Kompas.com - 27/01/2020, 10:42 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi


KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali meluncurkan kebijakan baru. Kali ini mengenai empat penyesuaian kebijakan di lingkup pendidikan tinggi.

Kebijakan bertajuk Kampus Merdeka ini diluncurkan pada rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi di Gedung D kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Dalam kebijakan pertama, Nadiem menjelaskan bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diberi kemudahan dalam hal pendirian program studi (prodi) baru.

Hanya saja, otonomi ini khusus bagi kampus yang memiliki akreditasi A dan B. Pembukaan prodi baru tidak termasuk atau tidak berlaku bagi rumpun ilmu kesehatan dan ilmu pendidikan.

Baca juga: Kampus Merdeka, Ini 5 Serba-Serbi Seputar Pembukaan Prodi Baru

"Kebijakan Kampus Merdeka ini merupakan kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar. Pelaksanaannya paling memungkinkan untuk segera dilangsungkan, hanya mengubah peraturan menteri, tidak sampai mengubah Peraturan Pemerintah ataupun Undang-Undang," terang Nadiem.

Terkait kebijakan baru ini, prodi dapat diajukan jika ada kerjasama dengan mitra. Apa saja itu? Ini mitranya:

  • Perusahaan
  • Organisasi nirlaba
  • Institusi multilateral, atau
  • Universitas Top 100 ranking QS

Lantas, mitra perguruan tinggi/kampus seperti apa yang bisa diajak kerjasama? Dalam kebijakan Kampus Merdeka ini, dijelaskan contoh dan rekomendasi mitra yang dapat bekerjasama dengan kampus dalam pendirian prodi baru.

Apa saja itu, ini contohnya:

1. Perusahaan multinasional

Perusahaan besar dunia yang masuk dalam daftar Fortune 500.
(Contoh: Royal Dutch Shell, Nestlé, Toyota, dan lain-lain)

2. Perusahaan teknologi global

Baca juga: Kebijakan Kampus Merdeka Permudah PTN Berstatus Berbadan Hukum

Perusahaan teknologi yang memilki reputasi sangat baik.
(Contoh: Google, Apple, Amazon, Intel, Cisco Systems, dan lain-lain)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X