Raih Pendanaan, Zenius Tawarkan Metode Belajar Efektif untuk Siswa

Kompas.com - 05/02/2020, 20:12 WIB
Pengumuman Pendanaan Seri A yang diterima Zenius di GoWork, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Dok. KOMPAS.com/AYUNDA PININTA KASIHPengumuman Pendanaan Seri A yang diterima Zenius di GoWork, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

KOMPAS.com - Platform pendidikan berbasis teknologi (edutech) Zenius Education mengumumkan menerima pendanaan sebesar 20 juta Dolar AS atau sekitar Rp 260 miliar dari Northstar Group, Kinesys Group, dan BeeNext.

Melalui suntikan dana, Zenius tak hanya berencana untuk mengembangkan bisnis, namun juga mengembangkan produk pembelajaran, menghadirkan guru yang berkualitas demi proses pembelajaran yang efektif, serta memperluas jangkauan ke pelosok Indonesia.

Dalam segi produk pembelajaran, Zenius tak hanya sekadar fokus terhadap banyaknya angka pengguna alias berapa banyak video yang diakses siswa. Namun, Zenius juga memiliki misi untuk meningkatkan engagement dari para pengguna.

Engagement tersebut akan ditingkatkan melalui pengembangan tiga produk "supplement education" yakni online recorded conten, online live, serta O2O.

Hal tersebut disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Zenius Education Rohan Monga saat Pengumuman Pendanaan Seri A Zenius kepada media yang berlangsung di GoWork, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Baca juga: Skor PISA Rendah, Ini Usulan Sabda Zenius ke Presiden Jokowi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rohan menambahkan, "dengan pendanaan ini kami ingin melanjutkan pengembangan konten yaitu penyegaran konten dengan tampilan baru, lalu marketing, produk dan teknologi serta juga penambahan talent [guru]."

Online recorder conten merupakan video pembelajaran yang selama ini sudah dibuat Zenius untuk siswa di beragam jenjang, mulai dari kelas 1 hingga 12.

Education Officer Zenius Education Sabda PS, pada kesempatan yang sama menjelaskan, "Konten kita sudah lengkap namun akan kita kembangkan, seperti dari sisi visual akan dicocokin sama gen Z, karena yang kita buat masih gaya milenial. Tujuannya mau buat anak-anak ketagihan belajar."

Sedangkan online live dan O2O (online to offline atau akses tanpa koneksi) menjadi produk yang akan terus dikembangkan pada tahun 2020.

"Sehingga jika ada pembelajar datang, Zenius ingin membuat mereka belajar dengan lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar. Istilahnya tingkat kepadatan belajar, misalnya dalam 1 jam mereka bisa belajar apa saja," imbuh Sabda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.