Fitur Baru GoJek Bisa Bayar SPP, 180 "Sekolah" Bisa Dibayar Pakai GoPay

Kompas.com - 17/02/2020, 17:58 WIB
Ilustrasi GoPay. KOMPAS.com/Reska K. NistantoIlustrasi GoPay.

KOMPAS.com - Sebanyak 180 lembaga pendidikan seperti sekolah, madrasah, dan tempat kursus di Indonesia telah terdaftar di fitur GoBills yang memungkinkan orangtua melakukan pembayaran SPP (sumbangan pembinaan pendidikan via aplikasi GoJek.

"Para orangtua dan wali murid kini dapat membayar SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) dan biaya pendidikan lain seperti buku, seragam, dan kegiatan ekstrakurikuler dengan GoPay. Pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi Gojek di fitur GoBills," ujar Elsa Hestriana, Tim Komunikasi GoPay melalui rilis resmi yang diterima Kompas.com (17/2/2020).

Ketika awal Presiden Joko Widodo menunjuk CEO Gojek Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, banyak bermunculan spekulasi sekaligus gurauan netizen soal aplikasi Gojek yang "Goes To School" atau ikut masuk ke sekolah.

Kini, aplikasi Gojek tidak hanya berfungsi mengantar siswa atau mahasiswa ke sekolah atau kampus saja melainkan juga sudah dapat digunakan orangtua untuk melakukan pembayaran SPP atau kegiatan terkait pendidikan lain.

Baca juga: Serius, Bayar SPP Menggunakan GoPay Kini Bukan Sekadar Candaan Netizen

180 lembaga pendidikan 

Elsa menjelaskan saat ini sudah ada sekitar 180 lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, sekolah dan tempat kursus di Indonesia telah terdaftar di GoBills.

Pengamatan Kompas.com, ada sejumlah sekolah mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA dan SMK sudah terdaftar dalam fitur baru ini, di antaranya; TK Sinar Harapan, TK Islam Terpadu Fatahillah, SD Dharma Putra Advent, SD Islam Nurul Hasanah, SMP Madani, SMP Muhammadiyah 8 Depok, SMA Budi Mulia Telukjambe, SMK Bina Insan Cita, dan SMK Labschool Tangerang Raya.

Terdapat pula beberapa pondok pesantren dan madrasah, seperti; Pesantren Assalamah Depok, Pesantren Annuriyah Jagakarsa, MA Al-Falah, MTs Pembangunan UIN Jakarta, MTs Annajah Jakarta, MTA Nuraini hingga MI Al Istiqlal.

Selain sekolah formal, fitur pembayaran pendidikan dari GoJek ini juga sudah memasukan lembaga pendidikan tinggi dan lembaga pendidikan informal lain seperti kursus dan yayasan pendidikan dalam daftar mereka, antara lain; LP3I Bandung, LPP Graha Wisata, Bimbingan dan Konsul Belajar (BKB) Nurul Fikri dan beberapa lembaga lain.

Fitur "GoBills School"

Fitur baru ini dapat ditemui oleh pelanggan Gojek melalui fasilitas Payments (Pembayaran), pilih fitur "GoBills", kemudian terdapat pilihan "Schools" (sekolah) dengan penanda penanda "New" di sudut kiri atas sebagai petunjuk fitur layanan baru.

Saat masuk di dalamnya, pelanggan dihadapkan pada pilihan beberapa lembaga pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren, Universitas, Akademi hingga Yayasan Pendidikan sesuai dengan tujuan pembayaran yang diinginkan.

Untuk melakukan pembayaran, orangtua cukup memasukan nomor induk siswa atau Students ID.

"Layanan terbaru ini membebaskan orangtua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak di mana saja dan kapan saja tanpa harus hadir ke sekolah," jelas Arno Tse, Senior Vice President Sales GoPay, melalui rilis resmi.

Ia berharap melalui fitur ini dapat membantu orangtua yang sibuk dengan pekerjaan dalam mengurusi soal adminstrasi pembayaran pendidikan.

"Orangtua yang sibuk dapat fokus dengan kepentingan lain seperti pekerjaan tanpa khawatir akan melewatkan tenggat pembayaranm,” tegas Arno Tse.

Baca juga: Dulu Cuma Meme, Sekarang Bayar SPP Pakai GoPay Jadi Kenyataan

Memudahkan orangtua dan sekolah

Lebih jauh Arno menambahkan, tidak hanya membantu orangtua, fitur layanan baru ini diharapkan juga akan memudahkan lembaga pendidikan dalam pelaporan dan keamanan transaksi keuangan.

“Selain memudahkan para orangtua, lembaga pendidikan yang tergabung juga ikut merasakan manfaat transaksi digital, di antaranya penerimaan iuran yang jelas dan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan teratur," lanjutnya.

Arno berharap pihaknya dapat menjangkau lebih banyak lagi lembaga pendidikan di seluruh Indonesia untuk menerapkan pembayaran digital.

Pendiri Gojek Nadiem Makarim telah menyatakan mundur dari jabatannya sebagai CEO Gojek. Pernyataan ini Nadiem sampaikan seusai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehubungan pengumuman jajaran Kabinet Kerja Jilid 2, Senin (21/10/2019).

"Posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali. Tidak ada kekuasaan apa pun di dalam Gojek," jelas Nadiem kala itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X