Kenali Jenis-jenis Magang sebagai Modal Awal Masuk Dunia Kerja

Kompas.com - 18/02/2020, 15:56 WIB
ilustrasi pengusaha pemula Thinkstock.comilustrasi pengusaha pemula

Apprenticeship terbagi dalam dua bentuk, yakni yang diprakarsai sekolah dan pemagangan berbasis industri. Berbeda dari internship, program magang apprenticeship harus disertai dengan sertifikasi sesuai dengan standar kompetensi yang diakui.

Manajer Program Pengembangan Keterampilan ILO Jakarta Tauvik Muhamad menerangkan, “Jadi ada tiga hal kenapa penting adanya sertifikat. Pertama, untuk menghindari peserta magang dimanfaatkan menjadi pekerja dengan upah murah oleh perusahaan. Kedua, memastikan peserta pemagangan memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Ketiga, bisa jadi referensi untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.”

Baca juga: Kesempatan Magang PT MRT Jakarta untuk Mahasiswa D3 dan S1

Ragam program transisi dari sekolah ke dunia kerja

Selain magang, ada sederet program transisi yang perlu dilakukan oleh mahasiswa untuk bisa memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Dalam hal ini, survei menyebut kampus juga perlu berperan aktif.

"Lembaga pendidikan harus tahu apa yang dibutuhkan industri. Kalau mencetak sesuatu, harus ada user-nya. Tanya kebutuhan user, kompetensi apa yang mereka butuhkan. Jangan buat siswa belajar kompetensi yang tidak dibutuhkan perusahaan," Kata Kepala Bagian GA & HR PT Jotun Indonesia dan Kepala Sekolah SMK Mitra Industri 2100, Bekasi Lispiyatmini.

Beragam jenis program transisi dari sekolah ke dunia kerja yang dibutuhkan mahasiswa antara lain:

  • Praktik kerja atau magang
  • Kunjungan industri
  • Seminar bersama industri atau perusahaan
  • Pengenalan profesi
  • Seminar bersama guru atau dosen ahli dari industri

Sayangnya, sejumlah mahasiswa masih belum proaktif dalam menjalani program magang ini.

Survei yang sama menyebutkan, dari 2.442 responden, ternyata hanya 35 persen yang melakukan magang atau praktik kerja atas inisiatif sendiri.

Sedangkan 65 persen lainnya justru melakukan magang karena tugas atau kewajiban dari sekolah dan/atau kampus, bukan inisiatif sendiri.

 

Artikel ini merupakan kerja sama antara Kompas.com dan CewekBanget.ID serta Hai Online. Artikel utama dapat dilihat melalui: https://cewekbanget.grid.id/involve/ilo/

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X