Kompas.com - 19/02/2020, 15:19 WIB

Munif menuturkan, kecerdasan kognitif kini telah mengalami penyempitan makna, yaitu dipersempit menjadi nilai dan "kasta".

"Anak-anak pintar adalah anak yang nilainya di atas 8, atau anak IPA lebih pintar dari IPS. Itu adalah anggapan keliru para guru," imbuhnya.

Bila guru memahami bahwa kecerdasan bukan dilihat dari angka atau kasta, maka guru akan memiliki peluang lebih besar menstimulus siswa untuk lebih berprestasi.

7. Siswa adalah subjek bukan objek pendidikan

Bila guru menjadikan siswa sebagai objek pendidikan, maka guru akan menuntut siswa untuk mengikuti pelajaran yang diberikan.

Namun, bila guru menganggap siswa sebagai subyek pendidikan, materi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan siswa. Termasuk melibatkan siswa dalam proses belajar dan memperhatikan bakat dan minat siswanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.