Inovasi Siswa SMAN 2 Sampit, Manfaatkan Air Gambut dan Kulit Nanas jadi Listrik

Kompas.com - 27/02/2020, 19:37 WIB
Siswa SMAN 2 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yakni pemanfaatan air gambut dan kulit nanas menjadi energi listrik.
Dok. AntaraSiswa SMAN 2 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yakni pemanfaatan air gambut dan kulit nanas menjadi energi listrik.

KOMPAS.com - Siswa SMAN 2 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memperkenalkan inovasi yakni pemanfaatan air gambut dan kulit nanas menjadi energi listrik.

"Air gambut banyak terdapat di Kalimantan, jadi bagus untuk dimanfaatkan menjadi listrik. Ini bisa menjadi solusi masalah kelistrikan seperti di perdesaan dan perkebunan skala besar," kata Astry Avrillia, siswa Kelas XI IPA SMAN 2 Sampit di Sampit, Kamis seperti dikutip Antara.

Astry bersama rekan-rekannya yakni Azkia Lestari Mulyaputeri, Desti Ariani, dan Shabila Fatimah memperkenalkan teknologi ini saat mereka mengikuti lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kotawaringin Timur.

Inovasi yang mereka perkenalkan tersebut mencuri perhatian banyak pengunjung. Hal itu lantaran teknologinya dinilai sangat sederhana, murah, bahan bakunya melimpah dan manfaatnya sangat besar.

Baca juga: Inovasi Busa Padat untuk Membersihkan Wajah

Inovasi ini bisa menjadi harapan bagi masyarakat, khususnya di kawasan pelosok yang desanya belum tersentuh jaringan listrik PLN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Astry menjelaskan, teknologi tersebut menggunakan bahan baku air gambut, kulit nanas, 12 baterai bekas, kotak gabus, kotak kaca, lempeng tembaga, lempeng seng, kawat dan lampu LED 12 volt. Untuk menyiapkan bahan-bahan tersebut, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp200.000.

Limbah nanas dimasukkan ke dalam baterai bekas sebagai pengganti pasta baterai tersebut. Fungsi baterai berisi kulit nanas ini sebagai penghasil daya yang kemudian dihubungkan ke lampu LED.

Sementara itu, air gambut sebanyak 12 liter dimasukkan dalam kotak kaca dilapis kotak gabus yang dibuat beberapa sekat berisi lempeng seng dan lempeng tembaga. Air gambut dengan tingkat keasamannya yang tinggi berfungsi menjadi penghantar listrik.

Rangkaian tersebut menghasilkan energi listrik arus DC sebesar 13 volt yang bisa menghindarkan lampu LED 12 volt selama 122 sampai 144 jam atau sekitar satu minggu.

Semakin besar kapasitas alat dan air gambut serta kulit nanas yang digunakan maka semakin besar pula energi yang dihasilkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.