Suasana Kondusif, Kegiatan Belajar Mengajar di Depok Tetap Berjalan

Kompas.com - 03/03/2020, 20:11 WIB
Suasana sekolah SD Bina Kheir di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020) berjalan seperti biasa pasca-diumumkan dua warga Depok terjangkit virus corona. Siswa-siswa terlihat antusias melaksanakan kegiatan belajar mengajar. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSuasana sekolah SD Bina Kheir di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020) berjalan seperti biasa pasca-diumumkan dua warga Depok terjangkit virus corona. Siswa-siswa terlihat antusias melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

KOMPAS.com - Kegiatan belajar mengajar sekolah-sekolah di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020) berjalan seperti biasa pasca-diumumkan dua warga Depok terjangkit virus corona. Siswa-siswa terlihat antusias melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

"Hari ini kegiatan belajar mengajar berjalan dengan seperti biasa. Semua lancar, Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Aliyah tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Jawa Barat, Mohamad Thamrin saat ditemui di acara Pembukaan Lomba, Festival, dan Kompetisi Pendidikan Tahun 2020 di Stadion Mahakam, Depok, Selasa (3/3/2020) siang.

Baca juga: Cegah Tertular Virus Corona, Akademisi Esa Unggul: Tubuh Harus Fit!

Kompas.com memantau sejumlah sekolah di Depok khususnya di Kecamatan Beji, Pancoran Mas, dan Sukmajaya. Kegiatan belajar mengajar seperti di Sekolah Islam Hamidiyah, Cakrabuana, SD Mardiyuana, SD Yaspen Karakter Bangsa Plus, dan SD Bina Kheir tetap berjalan.

Siswa-siswa tetap belajar di kelas dan juga tetap bermain bersama teman di lapangan. Guru-guru juga terlihat antusias untuk mengajar.

Siswa-siswa baik dari SD hingga SMA juga terpantau masih beraktivitas di sekitar Jalan Siliwangi, Depok. Siswa-siswa terlihat menggunakan seragam sekolah dan beraktivitas mulai dari bercengkerama bersama teman, wisata kuliner, dan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Jawa Barat, Mohamad Thamrin.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Jawa Barat, Mohamad Thamrin.

Thamrin juga menunjukkan semangat satuan pendidikan untuk tetap beraktivitas di Depok melalui penyelenggaraan Pembukaan Lomba, Festival, dan Kompetisi Pendidikan Tahun 2020 di Stadion Mahakam. Anak-anak sekolah di Depok turut berpartisipasi dengan menggunakan beragam kostum-kostum.

"Makanya kami lakukan lomba-lomba secara terbuka. Kami tunjukkan Depok kaitannya dengan sekolah, tak ada apa-apa. Anak-anak dengan riang gembira ikut lomba. kita tunjukkan kepada masyarakat luas, katanya Depok diliburkan, Depok diisolasi dan sebagainya. Kami buktikan dengan hari ini, Depok aman di lingkup sekolah," ujar Thamrin.

Baca juga: Imbauan untuk Seluruh Kepala Sekolah di Jabar Terkait Virus Corona

Di Kota Depok terdapat sekitar 400 SD, 230 SMP, 73 SMA, dan 84 SMK. Thamrin menegaskan, kegiatan belajar mengajar tidak diliburkan di tengah penanganan virus Corona.

Suasana SD Mardi Yuana di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020) berjalan seperti biasa pasca-diumumkan dua warga Depok terjangkit virus corona. Siswa-siswa terlihat antusias melaksanakan kegiatan belajar mengajar. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Suasana SD Mardi Yuana di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020) berjalan seperti biasa pasca-diumumkan dua warga Depok terjangkit virus corona. Siswa-siswa terlihat antusias melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

"Terkait dengan kondisi ini (corona) sama sekali tidak terkait dengan sekolah. Karena yang terjangkit (corona) itu bukan warga belajar dan pelajar," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tak khawatir secara berlebihan. Thamrin menyebutkan, musibah corona yang menimpa dua warga Depok harus dibantu dan diayomi.

"Keluarga ini juga harus kita jaga dan tidak kita kucilkan. Namanya musibah, siapa sih yang mau terima musibah? Kita pahami bahwa kondisi ini adalah musibah," tambah Thamrin.

Kepala SD Yaspen Karakter Bangsa Plus, Zamil Apriansyah saat ditemui Kompas.com mengatakan pihaknya tetap menyelenggarakan kegiatan belajar dan mengajar meskipun ada sejumlah orang tua yang meminta sekolah diliburkan.

Ia menjelaskan kepada para orangtua siswa agar anak tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar.

"Kami himbau anak untuk masuk sekolah tapi dengan tetap menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat). Kalau takut dan sugesti itu efeknya negatif. Ketika ada peristiwa, jangan kami minta orangtua untuk tidak berasumsi," kata Zamil.

Suasana SD Yaspen Karakter Bangsa, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020) berjalan seperti biasa pasca-diumumkan dua warga Depok terjangkit virus corona. Siswa-siswa terlihat antusias melaksanakan kegiatan belajar mengajar. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Suasana SD Yaspen Karakter Bangsa, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020) berjalan seperti biasa pasca-diumumkan dua warga Depok terjangkit virus corona. Siswa-siswa terlihat antusias melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Pihak sekolah, lanjut Zamil, tetap mengimbau kepada orangtua terkait pencegahan penularan corona dengan menggunakan masker bila sedang sakit, minum vitamin tambahan, dan mencuci tangan.

Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus corona atau Covid-19, Senin (2/3/2020).

Ada dua orang yang dinyatakan positif virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, ini. Keduanya merupakan perempuan berusia 64 tahun dan 31 tahun, yang memiliki hubungan ibu dan anak.

“Keduanya saat ini sudah dalam perawatan dan penanganan sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional,” kata Jokowi, seperti dilansir Kompas.com dari akun Instagram resminya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X