Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/03/2020, 17:42 WIB

KOMPAS.com - Rektor Universitas Atma Jaya Dr. Agustinus Prasetyantoko menegaskan, dunia yang sedang berubah dengan cepat menuntut kemampuan adaptasi perguruan tinggi yang tinggi agar bisa tetap relevan dan mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan peduli.

"Tekanan globalisasi dan era disrupsi yang melanda dunia saat ini semakin membutuhkan manusia yang komplit baik sebagai manusia yang unggul dan juga peduli dan bagi Kampus Atma Jaya sendiri keharusan untuk melakukan transformasi semestinya menjadi gen yang tidak terpisahkan. Semangat reformasi yang ditunjukkan kalangan civitas akademis Atma Jaya hendaknya mendorong kampus ini untuk mampu memberikan yang terbaik bagi bangsanya," kata Dr. Agustinus Prasetyantoko dalam sambutannya pada acara Sarasehan 60 Tahun Unika Atma Jaya di Jakarta, Kamis (5/3).

Sarasehan tersebut menghadirkan tujuh mantan rektor Unika Atma Jaya yaitu Dr. J. Riberu, Dra. Mariana Setiadharma, Prof. Dr. Thomas Suyatno, Prof. Dr. Harimurti Kridalaksana, Prof. Bernadette N. Setiadi, Ph. D., Prof. Dr. FG. Winarno, Prof. Dr. Ir. Lanny W. Panjaitan, MT.

Baca juga: Atma Jaya Jakarta: Membangun Optimisme Paska Pemilu

Prasetyantoko mengatakan, kemajuan dunia telah menciptakan globalisasi dan kemudian memunculkan kompleksitas dunia yang semakin rumit sekaligus ketidakpastian.

Kampus yang relevan bergantung pada kualitas pengajar, kurikulum dan juga fasilitas yang disediakan sehingga dunia pendidikan tetap mampu menjawab tantangan jaman.

"Bagaimana menjadi manusia yang unggul dan peduli. Apakah manusia kampus masih punya mimpi yang besar untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa? Oleh karenanya sejarah harus dirawat untuk melihat masa depan agar apapun tantangannya bisa dijawab dengan baik dan benar," katanya.

Sarasehan Lustrum XII Atma Jaya di Kampus Atma Jaya, Jakarta, Kamis (5/3/2020).Dok. Atma Jaya Sarasehan Lustrum XII Atma Jaya di Kampus Atma Jaya, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Belajar dari 60 tahun ini, kata Prasetyanyoko, ada satu warna yang jelas untuk menjawab tantangan perubahan atau transformasi jaman, yaitu Kampus Atma Jaya selalu hadir memberikan tokoh-tokohnya bagi bangsa baik dunia birokrasi, bisnis, maupun kehidupan sosial.

"Selain itu, pimpinan menyadari tantangan ke depan tidak ringan, persaingan PTS, kehadiran perguruan tinggi luar negeri, tuntutan Gen-Z, dan disrupsi teknologi. Semua itu hanya bisa dilalui jika Unika Atma Jaya berhasil melakukan transformasi. Untuk itulah, kami mengumpulkan seluruh energi positif yang kami miliki dalam perjalanan 60 tahun ini, agar transformasi bisa benar-benar terjadi, jelas Rektor yang memasuki periode kedua kepemimpinannya ini," ujar Prasetyantoko.

Pihak Atma Jaya, lanjutnya, yakin disrupsi harus dijawab dengan transformasi. Jika gagal melakukan transformasi, tak akan sanggup menghadapi disrupsi.

"Dalam hal ini, Unika Atma Jaya berperan dalam mentransformasi mahasiswa menjadi manusia unggul dan peduli” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Steering Committee Lustrum XII Atma Jaya, Steve Ginting mengatakan, tema Lustrum XII Atma Jaya mengambil tema “Dari Atma Jaya untuk Indonesia: Transformasi Manusia Unggul dan Peduli”. Acara ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan Lustrum XII, perayaan 60 tahun Atma Jaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+