Asosiasi Guru Marketing Pandang SMK Pemasaran Masih Butuh Penguatan

Kompas.com - 08/03/2020, 15:43 WIB
Simposiun Guru Marketing Indonesia diadakan AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia) sekaligus memeringati HUT pertama di Jakarta pada Jumat (6/3/2020). DOK. AGMARISimposiun Guru Marketing Indonesia diadakan AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia) sekaligus memeringati HUT pertama di Jakarta pada Jumat (6/3/2020).

KOMPAS.com - Hampir seluruh bidang industri membutuhkan tenaga pemasaran yang direkrut untuk bisa memasarkan produk atau jasa.

Untuk tenaga pemasaran setingkat lulusan sekolah menengah atas, peran lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) mestinya bisa memegang peranan penting.

Hanya saja, masalahnya masih banyak lulusan SMK lulusan jurusan pemasaran yang kualifikasinya belum sesuai dengan tuntutan yang diminta industri.

Persoalan ini mengemuka dalam "Simposiun Guru Marketing Indonesia" yang diadakan AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia) sekaligus memeringati HUT pertama di Jakarta pada Jumat (6/3/2020).

Baca juga: Pentingnya Kompetensi Metrologi Siswa SMK untuk Industri Manufaktur

Sinergi antara SMK dan DUDI

"Melihat permasalahan masih banyaknya lulusan SMK pemasaran yang belum memiliki kualifikasi tuntutan industri maka beberapa pribadi dan guru SMK berinisiatif mendirikan mendirikan AGMARI ini,” ujar Dedy Budiman, Ketua Pembina dan Founder AGMARI.

Pebriza Yanti, Ketua AGMARI kemudian menambahkan pendirian organisasi yang dipimpinnya saat ini didasari atas kepedulian pada guru-guru SMK Pemasaran se-Indonesia.

“Jadi ini bukan hanya sebagai wadah silaturrahmi, tapi juga merupakan lembaga yang dapat berkontribusi untuk menambah kompetensi, profesionalisme dan wawasan siswa-siswi dan guru-guru marketing, serta sebagai penyambung antara dunia akademis dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” ujarnya.

Selain itu, Pebriza menambahkan AGMARI juga sudah bersinergi dengan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) seluruh Indonesia.

Ia menambahkan untuk menciptakan SDM berkualitas dibutuhkan pendidik yang inovatif dan profesional. Untuk itu, simposium yang diselenggarakan ini dilengkapi dengan Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing untuk para guru SMK.

“Dengan program ini, diharapkan akan memberikan kontribusi yang positif bagi peningkatkan profesionalisme dan kompetensi para pengajar,” ujar Dedy, Ketua Pembina.

Dari pelatihan hingga PKL siswa

Dewan pengurus AGMARI dalam Simposiun Guru Marketing Indonesia diadakan AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia) sekaligus memeringati HUT pertama di Jakarta pada Jumat (6/3/2020).DOK. AGMARI Dewan pengurus AGMARI dalam Simposiun Guru Marketing Indonesia diadakan AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia) sekaligus memeringati HUT pertama di Jakarta pada Jumat (6/3/2020).

Agar dapat memenuhi perkembangan dunia industri, AGMARI juga telah menginisiasi SMK Jurusan BDP ( Bisnis Daring dan Pemasaran) lengkap dengan kurikulum akademis serta memfasilitasi kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan) siswa-siswi di beberapa perusahaan.

Pelatihan Digital Marketing untuk guru-guru dan siswa SMK jurusan BDP juga sudah dilakukan AGMARI di beberapa kota, dan sudah mengkoordinir sertifikasi digital marketing dengan BNSP bagi guru-guru BDP.

Bekerjasama dengan Astra Otoshop, AGMARI juga telah mengadakan pelatihan "Effective Educational Videos" di 13 kota untuk para guru BDP dan juga telah mengadakan program company Visit untuk para guru BDP ke beberapa perusahaan, di antaranya Astra Digital dan PT Videos.

Baca juga: SEAMAO BIOTROP: SMK akan Jadi Ujung Tombak Pengembangan Pertanian Indonesia

 

Program ini dijalankan agar para guru BDP dapat memperoleh update dari dunia usaha di era digital dan untuk mengetahui kompetensi apa yang dibutuhkan terhadap lulusan SMK khususnya jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran.

Saat ini AGMARI sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM, dan diketahui dan didukung oleh Direktorat Pembinaan SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X