Pengajar, Siswa, dan Mahasiswa Vokasi Dituntut Beradaptasi dengan Link and Match

Kompas.com - 08/05/2020, 22:54 WIB
Program Melek Akuntansi untuk 9 desa digelar 25 Oktober 2018 di Laboratorium Akuntansi Program Pendidikan Vokasi UI, Kampus Depok.
Dok. Vokasi UIProgram Melek Akuntansi untuk 9 desa digelar 25 Oktober 2018 di Laboratorium Akuntansi Program Pendidikan Vokasi UI, Kampus Depok.

KOMPAS.com - Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Sekolah Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), Wikan Sakarinto mengatakan sumber daya manusia dan pengelola pendidikan vokasi harus beradaptasi dengan konsep peningkatan Link and Match.

Adaptasi bisa dilakukan dengan pembenahan, penguatan, dan inovasi-inovasi yang sesuai dengan poin-poin Link & Match serta agile serta mampu menterjemahkan tantangan dan karakter kompetensi masa depan.

"Selanjutnya, pendidikan vokasi harus mampu berkolaborasi dengan pendidikan akademik dan profesi, untuk menghasilkan hasil riset terapan yang menghilirisasi riset-riset menjadi produk nyata, misalnya dalam bentuk prototype, yang dihilirkan ke pasar, atau industri, atau masyarakat, atau pemerintah, atau stakeholder lainnya, sebagai solusi atas permasalahan nyata," ujar Wikan dalam keterangan tertulis.

Pihak pendidik bahkan bisa mendaftarkan hasil riset terapan menjadi HKI (Hak Kekayaan Intelektual/Paten) dan dipublikasikan ke platform publikasi terapan.

Baca juga: Mantan Dekan UGM Wikan Sakarinto Dilantik jadi Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud

Di sisi lain, calon-calon siswa SMK atau mahasiswa vokasi, harus yakin dan memiliki passion ketika memilih jalur pendidikan vokasi.

Kekuatan keyakinan dan passion tersebut akan menimbulkan kecintaan dan perasaan bahagia ketika menjalani proses pembelajaran.

"Hasilnya, mereka akan lulus dengan kompetensi, keterampilan serta karakter leadership yang unggul, serta menjadi insan berkarakter positif. Jangan sampai masuk SMK atau vokasi, karena tidak diterima di jalur pendidikan lain," ujar Wikan.

Baginya, SDM yang unggul dan kompeten akan sulit tercapai bila ada keterpaksaan tanpa passion dan visi saat menempuh pendidikan vokasi.

"Last but not least, pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan entreprenuer-entrepreneur hebat yang akan menjadi pilar kehebatan bangsa," ujarnya.

Link and Match tak sekedar MoU

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X