Kompas.com - 16/06/2020, 16:14 WIB
Mobil Kelas Berjalan (MKB) Kak Seto Dok. MKBMobil Kelas Berjalan (MKB) Kak Seto

KOMPAS.com - Memberikan kesempatan bagi anak-anak putus sekolah dari keluarga kurang mampu untuk bisa melanjutkan pendidikan, tahun ini Mobil Kelas Berjalan (MKB) Kak Seto kembali membuka pendaftaran tahun ajaran 2020/2021.

MKB Kak Seto merupakan lembaga pendidikan di bawah yayasan yang didirikan oleh psikolog anak Seto Mulyadi.

Selama proses belajar, selain bebas biaya pendidikan, siswa juga difasilitasi sarana dan prasarana yang didukung penuh oleh Homeschooling Kak Seto. Orangtua siswa hanya perlu mengeluarkan biaya transportasi dari dan menuju ke sekolah.

Baca juga: Sekolah di Zona Hijau Dibuka, Mendikbud: Dibutuhkan Izin Orangtua

Berjalan hampir 9 tahun, MKB menggunakan Kurikulum Paket Kesetaraan yang dikeluarkan Tim Kurikulum Homeschooling Kak Seto.

Untuk jadwal kelas, siswa MKB belajar di hari Sabtu dan Minggu dari pukul 13.00 sampai 17.30 WIB di Gedung Homeschooling Kak Seto di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi siswa yang rajin mengerjakan tugas, rajin masuk sekolah, berperilaku baik, dan lulus Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), akan mendapatkan ijazah Paket Kesetaraan A, B dan C (setara SD, SMP, dan SMA).

Baca juga: Ini Jumlah Siswa Per Kelas Bila Sekolah Memenuhi Syarat Tatap Muka

Pendaftaran terpaksa tutup lebih awal

Kepala Relawan MKB Nurul Jova Oktafiansyah mengatakan, pendaftaran untuk tahun ajaran baru ini semestinya ditutup pada 23 Juni 2020. Namun, karena peminat yang terlalu banyak, pendaftaran terpaksa ditutup sejak Senin (9/6/2020) lalu.

"Mohon maaf karena banyaknya peminat dengan berat hati, pendaftaran telah ditutup per tanggal 9 Juni 2020 dan kuota sudah terpenuhi. Mohon dimaklumi daya tampung kami terbatas," papar Jova saat dihubungi Kompas.com.

"Sudah lebih dari 3.000 orang [pendaftar] di hari pertama, sedangkan kami keterbatasan daya tampung."

Masing-masing kelas, lanjut Jova, maksimal menampung 10 siswa. MKB sendiri memiliki 12 kelas yang terbagi atas kelas 1 SD hingga 12 SMA.

Baca juga: Mendikbud: Perguruan Tinggi di Semua Zona Dilarang Kuliah Tatap Muka

Ada pula sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi oleh pendaftar, seperti memiliki Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, serta Surat Keterangan Tidak Mampu.

Siswa tidak mampu dan terpaksa putus sekolah namun memiliki keinginan tinggi untuk sekolah juga menjadi pertimbangan.

Siswa yang jarak rumahnya dekat dengan kelas MKB di kawasan Tangsel pun diprioritaskan. Meski begitu, Jova mengatakan MKB tetap membuka kesempatan untuk calon siswa dari luar Tangsel.

Namun, Jova menuturkan saat ini MKB belum bisa menerima siswa dengan indikasi kebutuhan khusus seperti autisme, ADHD, lambat bicara, tuna rungu, tuna wicara, tuna netra dan lainnya.

"Guru pengajar kami belum ada yang memiliki kemampuan dalam menangani anak berkebutuhan khusus dan kami tidak ingin siswa mendapat penanganan yang salah," terangnya.

Baca juga: Beasiswa D3 Angkasa Pura I, Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku

Perihal pelarangan pembukaan sekolah di zona kuning, oranye dan merah, Jova mengatakan MKB telah menyiapkan sejumlah skenario pembelajaran.

 

"Mereka mayoritas enggak punya smartphone yang mendukung. Tetapi apabila tetap online, kami sudah menyiapkan berbagai tugas di rumah dan akan door to door membagi tugas dan materi kepada siswa," pungkasnya.

MKB Kak Seto rutin membuka pendaftaran pada bulan Mei dan Juni. Artinya, siswa dari keluarga kurang mampu yang memenuhi syarat bisa melakukan pendaftaran di tahun depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.