Kompas.com - 16/06/2020, 21:43 WIB
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dan pimpinan Ponpes Wali Anis Maftuhin KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAWakil Gubernur Jateng Taj Yasin dan pimpinan Ponpes Wali Anis Maftuhin

KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen minta pengurus pesantren membentuk Satgas Jaga Santri. Tujuannya, mengawasi protokol kesehatan sekaligus melakukan penanganan ketahanan ekonomi di pondok.

Hal itu dikatakan Wagub, usai mengikuti rapat evaluasi penanganan Covid-19, di Ruang Rapat Gubernur dikutip dari laman Jatengprov (15/6/2020).

Menurutnya, peran Jaga Santri tidak ubahnya seperti konsep Jogo Tonggo Jawa Tengah.

“Di pesantren ada yang kita istilahkan Jaga Santri, yang kemudian di-link-kan dengan Jogo Tonggo di desa setempat, sehingga lebih cepat” ucap Taj Yasin.

Baca juga: Wagub Jateng: Pastikan Para Santri Sehat Saat Masuk Pondok Pesantren

Ia melanjutkan, “itu untuk menangani dampak ekonomi, misalnya terkait pasokan bahan makanan di pesantren bagi para santri.” 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Selain itu mereka juga akan bekerja sama dengan puskesmas bilamana ada santri yang sakit (gejala Covid-19),” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Menurut Taj Yasin, hal itu penting lantaran pondok pesantren merupakan institusi yang menggabungkan pendidikan formal dan agama.

Selain itu, pola pendidikan di pondok pesantren sulit jika harus meniru sekolah formal pada umumnya.

Bertahap kembali ke pondok

Terkait kembalinya santri ke pondok, Gus Yasin menyebut sudah membuat berbagai pola acuan. Hal itu, berdasarkan pada kunjungannya di beberapa ponpes, yang memiliki skenario pembelajaran jika pondok pesantren diizinkan untuk menggelar kembali proses belajar mengajar.

Di antaranya menggelar pendidikan dengan sistem sif, bila tidak semua santri menetap di pondok.

Hal yang terpenting, adalah proses karantina terhadap santri, yang baru datang dari wilayah asal. Selain itu, pengurus juga wajib menyediakan fasilitas basuh tangan dan sabun untuk para santrinya.

Gus Yasin menyebut, sudah melakukan konsultasi dengan instansi kesehatan, terkait mekanisme karantina.

“Kalau ponpes agak kesulitan (belajar online) maka mereka harus kembali ke pesantren. Tetapi ada yang bertahap, kemarin di Banyumas itu ada yang menerapkan kedatangan bertahap, dua ratus dulu, kemudian dikarantina setelahnya datang lagi,” ujar Taj Yasin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.