Tak Perlu Disentuh, "Padasan" Karya Mahasiswi UNS Pakai Sistem Ini

Kompas.com - 18/06/2020, 17:42 WIB
Desi Nugraheni dengan alat cuci tangan karyanya. DOK.UNSDesi Nugraheni dengan alat cuci tangan karyanya.
|

Padasan buatan Desi itu secara umum dibuat dengan biaya kisaran hanya Rp 57.000 saja. Tentu karena memanfaatkan bahan bekas.

Cara kerja diinjak

Cara kerja dari padasan itu ialah dengan menginjak pijakan pada bagian bawah menggunakan kaki, sehingga air akan mengalir tanpa harus menyentuh gagang keran.

Sistemnya yaitu terdapat batang kayu yang diposisikan di atas kran secara horizontal, kemudian disambung dengan batang kayu vertikal panjang yang menghubungkan ke pijakan pada bagian bawah.

Saat pijakan tersebut diinjak, maka kayu yang terhubung ke atas kran akan menekan keran ke bawah dan airpun bisa mengalir.

Sedangkan untuk menutup kran, terdapat per yang disambungkan antarbadan meja kayu dengan batang kayu penekan.

"Sistem ini juga saya aplikasikan pada sabun cair," ujarnya.

Dalam proses sosialisasi pada masyarakat, Desi akan mengunggah foto maupun video padasan tersebut melalui akun instagram.

Baca juga: Pandemi Tak Kunjung Usai, Mahasiswa UNS Jalani KKN Secara Mandiri

Alat yang sudah dibuat saat itu juga diserahkan ke balai desa agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X