Merancang Kegiatan Variatif agar Anak Tidak Bosan di Tahun Ajaran Baru

Kompas.com - 10/07/2020, 14:19 WIB
Faber-Castell menggelar kegiatan workshop kreatif yang dilakukan secara daring, baik bagi individu maupun sekolah. DOK. FABER CASTLEFaber-Castell menggelar kegiatan workshop kreatif yang dilakukan secara daring, baik bagi individu maupun sekolah.

KOMPAS.com - Masa libur sekolah akan segera berakhir dan siswa akan segera memasuki tahun ajaran baru yang telah ditetapkan Kemendikbid pada 13 Juli 2020. Meski demikian, masih 94 persen sekolah tetap melakukan pembelajaran dari rumah.

Masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang telah berjalan selama 4 bulan, tentu saja menimbulkan kebosanan, termasuk juga pada anak karena adanya anjuran di rumah saja, terlebih anak belum bisa memilih aktivitas sesuai dengan kemauan atau kebutuhannya.

Menghadapi hal itu, Psikolog Perkembangan Universitas Gadjah Mada, Aisah Indati memandang perlu dibuatkan skema kegiatan bervariasi.

" Kegiatan tersebut dapat berupa kegiatan yang bersifat kognitif, afektif, sosial, maupun psikomotorik, yang disesuaikan dengan usia anak," ujar Indati.

Baca juga: Orangtua, Ini Buku Saku Panduan Tahun Ajaran Baru dari Kemendikbud

Kegiatan kognitif, afeksi dan sosial

Kegiatan bersifat kognitif bagi anak yang dapat dilakukan misalnya mengingat cerita atau pengalaman yang dulu pernah dilakukan anak. Sedangkan kegiatan yang mengasah afeksi anak, misalnya menyanyi, menari, ataupun bermain peran bersama orangtua.

Sementara kegiatan menggambar dan mewarnai, bermain puzzle, merupakan kegiatan yang bisa memadukan unsur psikomotorik dan sosial.

Aisah mengingatkan orangtua harus bisa bijak, dengan memilih jenis kegiatan sesuai dengan umur dan kebutuhan anak. "Sayangi mereka di mana perhatian itu sangat dibutuhkan dimasa saat ini," tutup Indati.

Sementara itu, kegiatan menggambar dan mewarnai dipercaya dapat merangsang perkembangan emosional dan sosial.

Ekspresi tentang apa yang sedang dipikirkan maupun rasakan, akan lebih mudah tersalurkan dibandingkan dengan komunikasi verbal, hal ini tentu sejalan dimana disaat ini anak-anak membutuhkan media yang baik untuk mengekspresikan perasaan mereka dengan sangat sederhana.

Kegiatan menggambar dan mewarnai juga dinilai sangat baik untuk membangun kreativitas anak, dan apabila dilakukan secara bersama-sama orang tua, tentunya menjadi kegiatan mengasyikan dan dapat membangun kembali ikatan antara orang tua dan anak.

Workshop kreatif

 

Atas dasar itu, Faber-Castell banyak mengadakan kegiatan workshop kreatif yang dilakukan secara daring, baik bagi individu maupun sekolah, dengan materi-materi yang dapat dinikmati kategori usia pelajar maupun dewasa.

"Program kegiatan ini dapat diakses melalui sosial media Faber-Castell di Instagram @fabercastell_ID maupun Facebook @FaberCastellCreativeKids," ungkap Public Relations Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Andri Kurniawan.

Andri menambahkan, "saat ini sekolah masih diliburkan, dan kegiatan tatap muka pada tahun ajaran baru mendatang mungkin saja sangat dibatasi, sehingga program yang kami tawarkan bisa menjadi alternatif bagi siswa dan para tenaga pengajar."

Untuk pemateri, Faber-Castell bekerjasama dengan para praktisi seni baik lokal maupun luar negeri dan juga praktisi art therapist untuk berbagi pengalaman dan keilmuannya. "Hal ini tentunya menjadi bagian komitmen kami sebagai Creative Companion Life," tutup Andri.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X