MPLS Daring di Yogya, SMA Ini Kenalkan Mitigasi Bencana Gunung Merapi

Kompas.com - 13/07/2020, 12:54 WIB
Kristya Mintarja saat menyampaikan materi MPLS secara daring pada Senin (13/7/2020). DOK.SMAN 1 Pakem SlemanKristya Mintarja saat menyampaikan materi MPLS secara daring pada Senin (13/7/2020).
|

KOMPAS.com - Setiap kali Tahun Ajaran Baru 2020/2021 di sekolah pasti diawali dengan MPLS. Tapi, apa itu MPLS? Tentu MPLS kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

MPLS adalah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Dulu, istilah ini namanya MOS atau Masa Orientasi Siswa. Tetapi saat ini menjadi MPLS.

Tentu, MPLS merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para siswa baru.

Baca juga: Face Shield Sebatas Anjuran, Siswa Wajib Pakai Masker dan Bawa Cadangan

Hanya saja, MPLS tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan siswa ikut pembelajaran daring.

Atau kegiatan tatap muka di kelas ditiadakan. Tak heran jika banyak sekolah menyelenggarakan MPLS secara daring atau online.

MPLS secara daring

Seperti di salah satu SMA di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yakni SMAN 1 Pakem Sleman. Di sekolah ini belum bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

"Untuk saat ini, seluruh SMA di DIY masih pembelajaran jarak jauh. Jadi MPLS juga diadakan secara daring," ujar Kepala SMAN 1 Pakem Sleman DIY, Kristya Mintarja, S.Pd., M.Ed kepada Kompas.com, Senin (13/7/2020).

Adapun MPLS di SMAN 1 Pakem memakai aplikasi meet google dan diikuti sebanyak 179 siswa kelas X. Penyelenggaraan MPLS diadakan pada Senin-Rabu (13-15/7/2020).

"Narasumber pada MPLS itu ialah Kepala Sekolah juga kami mengundang Kapolsek Kecamatan Pakem yang kebetulan diwakilkan," terangnya.

Tujuan MPLS

Menurut Kristya, tujuan MPLS di SMAN 1 Pakem adalah:

1. Penegasan kembali membangun kebiasaan hidup new normal.

2. Pengenalan mitigasi bencana saat di sekolah terkait, Covid-19, saat Gunung Merapi aktif, gempa bumi, dan prosedur penyelamatan diri.

3. Kesadaran berbangsa dan bernegara.

Pada poin nomor dua tentu karena sekolah tersebut berada di lereng Gunung Merapi. Perlu diketahui, Gunung Merapi adalah salah satu gunung paling aktif di dunia.

Bahkan saat ini masih berstatus waspada karena sering terjadi erupsi sejak pertengahan 2018.

"Jadi kita sampaikan ke siswa kalau di Pakem itu potensi bencana ada Gunung Merapi, gempa bumi dan sekarang tambah Covid-19. Tentu bagaimana bersikap dan berperilaku yang aman," jelasnya.

Sedangkan di SMAN 1 Depok Sleman, MPLS juga diadakan secara daring. Untuk siswa kelas X ikut MPLS melalui aplikasi Team Link.

"Sebelumnya, untuk MPLS kami disain daring dan tatap muka. Tetapi beberapa hari menjelang pelaksanaan MPLS ada edaran dari dinas," tutur Waka Kesiswaan SMAN 1 Depok, Eko Yuliyanto.

Baca juga: Begini Panduan Pembelajaran pada Tahun Ajaran/Akademik Baru

Tentu dalam surat edaran itu isinya mengenai belum diperkenankan kegiatan tatap muka karena masih dalam masa tanggap darurat Covid-19.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X