Pakar IPB: Dibutuhkan 3 Bumi Untuk Penuhi Kebutuhan Manusia Tahun 2050

Kompas.com - 04/08/2020, 08:15 WIB
Ilustrasi sawah SHUTTERSTOCK.com/JET ROCKKKKIlustrasi sawah

"Saat ini petani kita 50,4 persennya berusia 45-64 tahun dengan umur median 50 tahun. Hal ini diperparah dengan terjadinya ketimpangan penguasaan lahan, dengan indeks gini 0,64. Pemuda harus mengoptimalkan potensinya serta bisa hadir menjadi petani model baru,” ungkap Dina.

Baca juga: Minta Maaf, Nadiem Berharap Muhammadiyah, NU dan PGRI Kembali ke POP

Dosen dan juga Kepala Divisi Ilmu Konsumen dan Ekonomi, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB Lilik Noor Yuliati menambahkan, di tahun 2020 diperkirakan peningkatan penduduk kota mencapai angka 56,7 persen.

Menurutnya, perilaku konsumtif dan tidak ramah lingkungan di perkotaan akan terus meningkat seiring terus meningkatnya jumlah penduduk kota.

“Peningkatan penduduk kota menyebabkan peningkatan jumlah limbah, emisi mobil dan sampah. Pada masa pandemi perilaku tidak ramah lingkungan juga meningkat. Seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) sekali pakai, penggunaan sumber energi lebih tinggi dan pola konsumsi meningkat. Secara tidak sadar hal ini tentu akan memberikan dampak negatif pada lingkungan,” ungkap Lilik.

Sementara itu, dosen IPB University lainnya dari Departemen SKPM Bayu Eka Yulian membahas tentang kerusakan lingkungan akibat perkebunan kelapa sawit.

Baca juga: Nadiem Izinkan Dana BOS Dipakai Beli Kuota Internet Siswa dan Guru

Menurutnya, ekspansi perkebunan sawit dalam skala besar menyebabkan perubahan lanskap ekologi. Menyebabkan perubahan tata guna lahan dan sistem mata pencaharian masyarakat.

“Monokulturisasi tanaman menyebabkan pola strategi nafkah masyarakat tidak beragam lagi. Hal ini menyebabkan ketergantungan yang tinggi masyarakat terhadap sawit. Seharusnya ekspansi perkebunan kelapa sawit skala besar juga diikuti oleh ekspansi masyarakat,” tutup Bayu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X