Pendaftaran Subsidi Kuota Gratis Diperpanjang, Guru, Dosen, Siswa, dan Mahasiswa Perhatikan Hal Ini

Kompas.com - 02/09/2020, 12:33 WIB
Sejumlah pelajar melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Balai Warga RT 05/RW 02 Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). JAK Wifi adalah program internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta yang ditujukan untuk pelajar di permukiman padat penduduk yang kesulitan mengakses internet. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSejumlah pelajar melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Balai Warga RT 05/RW 02 Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). JAK Wifi adalah program internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta yang ditujukan untuk pelajar di permukiman padat penduduk yang kesulitan mengakses internet.

 

KOMPAS.com – Masih ada kesempatan pelajar dan guru mendaftarkan nomor ponselnya untuk memperoleh subsidi kuota internet gratis selama 4 bulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud).

Melalui akun Instagram resminya, Kemendikbud menyampaikan mereka memperpanjang pendaftaran nomor ponsel pelajar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) hingga Jumat (11/9/2020).

"Pemberian kuota internet tersebut diberikan sesuai dengan nomor yang dimasukkan ke dalam aplikasi Dapodik," jelas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah Jumeri pada Selasa (1/9/2020), dilansir dari ANTARA.

Baca juga: Guru, Ini Tips Pembelajaran Jarak Jauh dari Mendikbud Nadiem Makarim

Sementara itu, mahasiswa dan dosen bisa memperbaharui data ponsel pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti).

Dengan mendaftarkan nomor ponsel di aplikasi tersebut, peserta didik dan guru bisa memperoleh kuota internet dengan besaran kuota yang bervariasi.

Untuk siswa, besaran bantuan kuota internet yang diperoleh adalah 35 GB, sedangkan guru 42 GB. Sementara itu, mahasiswa dan dosen mendapatkan subsidi kuota sebesar 50 GB. 

Rencananya, kuota akan diberikan sejak September hingga Desember 2020. Penggunaan anggaran Rp7,2 triliun oleh Kemendikbud ini bertujuan untuk mempermudah pelaku pendidikan dalam kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Sekarang siswa yang berasal dari keluarga kaya maupun miskin, diberikan bantuan kuota internet. Kami harap dengan bantuan kuota internet tersebut siswa semakin mudah dalam mengakses PJJ secara daring," kata Jumeri.

Tantangan PJJ

Pergantian cara mengajar dari tatap muka menjadi daring merupakan penyebab dari pandemi COVID-19. Namun dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa kendala saat PJJ.

Apabila melihat data dari Kemendibud terkait ketersediaan listrik dan internet pada satuan pendidikan, masih ada 25,5 ribu siswa SD yang memiliki listrik, tetapi tidak punya internet. Bukan hanya itu, 6,6 dari 148,9 ribu siswa SD tidak punya akses listrik dan internet.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X