KILAS

Ini Cara Kemendikbud Tanamkan Nilai Pancasila kepada Siswa di Rumah

Kompas.com - 10/09/2020, 19:30 WIB
Profil pelajar Pancasila. DOK. KemendikbudProfil pelajar Pancasila.

KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menyatakan, pada masa pandemi Covid-19 ini, target pencapaian kurikulum bukanlah harga mati. Sebab, kompetensi dasar yang ada pun disederhanakan menjadi kurikulum darurat.

Hal itu sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) serta Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020-2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

Meski begitu, nilai-nilai Pancasila tetap harus ditanamkan kepada siswa yang sedang menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Hendarman mengatakan, Kemendikbud telah melakukan beberapa cara.

Baca juga: Simak 10 Layanan Kemendikbud pada PJJ di Masa Pandemi

“Pertama, Kemendikbud memasukkan nilai-nilai Pancasila pada program Belajar dari Rumah yang ada di TVRI,” kata Hendarman.

Kedua, lanjut Hendarman, Kemendikbud meminta para orangtua yang saat ini mengambil alih peran guru, menanamkan nilai-nilai karakter yang sekiranya dapat dilakukan secara realistik dan konkret di rumah.

Contohnya seperti melaksanakan shalat tepat waktu, menyelesaikan tugas dari guru sesuai jadwal, mau bergantian menggunakan gadget atau gawai apabila di rumah gawai yang ada kurang dari jumlah anak, hingga membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah.

Adapun pendekatan yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut antara lain menyadarkan, memahami, bergabung, dan mengajak orang lain berbuat yang sama.

Baca juga: Nadiem Makarim Diminta Selaraskan Aturan PJJ dengan UU yang Ada

Hendarman menambahkan, upaya-upaya tersebut penting dilakukan guna membentuk sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, berkompetensi global, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

Lebih lanjut, ia berharap agar siswa beriman kepada Tuhan, mandiri, bernalar kritis, kebhinekaan global, menerapkan gotong royong, dan kreatif.

Dengan demikian, tantangan seperti perubahan teknologi, sosio, dan lingkungan bisa mereka hadapi.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X