Kompas.com - 15/09/2020, 07:07 WIB
|

Sedangkan untuk balita berstatus normal terjadi peningkatan dari 48,6 persen (2013) menjadi 57,8 persen (2018). Adapun sisanya mengalami masalah gizi lain.

"Pemerintahan Presiden Jokowi telah menyusun Strategi Nasional Pencegahan Stunting yang mensinergikan 22 Kementerian dan Lembaga guna mengatasi persoalan stunting di Indonesia," kata Hasbi.

PAUD harus terlibat

Untuk itulah Direktur PAUD juga mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan yang berada dilingkungan satuan pendidikan PAUD untuk terlibat.

Tak hanya itu saja, lingkungan satuan pendidikan PAUD juga mengambil peran untuk bergotong royong mengatasi persoalan stunting yang ada diseputar lembaganya.

Hasbi mengajak semua pihak untuk terlibat dan mengambil peran bersama. Sebab, persoalan stunting tidak sekedar masalah kesehatan dan gizi buruk.

Baca juga: Orangtua, Begini Pengasuhan Positif pada Anak Usia Dini

"Tapi yang terbesar adalah persoalan kemanusian yang membutuhkan uluran tangan kita bersama. Jangan lagi berpikiran karena sudah membayar uang sekolah kemudian kita tidak peduli terhadap saudara kita yang lain," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.