GSM: 3 Prinsip yang Terabaikan dalam Dunia Pendidikan Kita

Kompas.com - 16/09/2020, 15:42 WIB
Ilustrasi siswa multikultural DOK. SHUTTERSTOCKIlustrasi siswa multikultural

"Ujian itu penting tapi tidak seharusnya menjadi budaya dominan dalam pendidikan. Ujian seharusnya bersifat diagnostik, yakni membantu murid mengetahui kondisi belajar yang sebenarnya, lalu menentukan strategi ke depan," tegasnya.

Prinsip 3: proses kreatif

Prinsip ketiga, lanjut Rizal, adalah pada dasarnya kehidupan manusia merupakan proses kreatif.

"Itu sebabnya kita memiliki riwayat hidup yang berbeda. Kita menciptakan hidup kita, dan kita dapat terus menciptakannya sembari menjalaninya. Ini adalah standar umum menjadi seorang manusia," jelasnya.

Inilah mengapa, tambah Rizal, setiap daerah di dunia ini memiliki budaya berbeda, dinamis tapi unik dan menarik.

"Sejak ratusan ribu tahun lalu hingga sekarang, kita semua menciptakan hidup kita melalui proses tanpa henti dengan berbagai alternatif dan kemungkinan, dan salah satu peran pendidikan adalah untuk membangunkan dan mengembangkan kekuatan kreatif itu," ujar Rizal.

Baca juga: Mengembalikan Roh Pendidikan lewat Pedagogi Belajar Daring dari Rumah

"Tapi sayangnya, kita lebih memilih budaya pendidikan yang menyeragamkan (standardisasi)," tambahnya lagi.

Rizal kemudian menyampaikan, "sayangnya pendidikan dengan prinsip seperti itu justru hadir di pendidikan alternatif, sebagai bentuk protes masyarakat terhadap sistem pendidikan yang ada saat ini."

Dalam pendidikan alternatif tersebut program dipersonalisasi sedemikian rupa sehingga memiliki dukungan yang kuat untuk guru, hubungan dekat dengan masyarakat dan kurikulum yang luas dan beragam.

Rizal mengatakan, "bila kita semua melakukan program ini, maka kita tidak lagi memerlukan alternatif. Itulah tujuan utama didirikannya Gerakan Sekolah Menyenangkan."

" Pendidikan semestinya memberikan kebebasan untuk menjadi kreatif dan berinovasi dalam apa yang mereka lakukan, maka sekolah-sekolah yang dulu tak punya kehidupan menjadi hidup kembali. Dan bila pergerakan ini cukup kuat, itulah, dalam arti yang sebenar-benarnya: revolusi atau transformasi." tutup Rizal.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X