Sinergi Vokasi, Inkubator Bisnis dan UMKM Diharap Perkuat Ekonomi Nasional

Kompas.com - 28/09/2020, 22:07 WIB
Seminar ?Membangun Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi dan UMKM, Jalan Strategis Membangun Ekonomi Nasional? pada Sabtu (26/9/2020). DOK. DITJEN VOKASI KEMENDIKBUDSeminar ?Membangun Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi dan UMKM, Jalan Strategis Membangun Ekonomi Nasional? pada Sabtu (26/9/2020).

KOMPAS.com - Sinergi antara pendidikan tinggi vokasi, inkubator bisnis, dan UMKM harus dibangun dengan semangat inovasi yang tinggi. Pasalnya, UMKM yang dapat bertahan dalam berbagai kondisi adalah yang mampu berinovasi.

Hal ini mengemuka dalam forum diskusi “Membangun Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi dan UMKM, Jalan Strategis Membangun Ekonomi Nasional” pada Sabtu (26/9/2020).

“Peran inkubator bisnis sangat relevan, yakni memberikan pelatihan dan pendampingan, serta pengembangan SDM. Sedangkan mitra vokasi memiliki andil untuk membantu UMKM untuk bisa bertahan dan bangkit lantaran adanya dampak pandemi,” tutur Sandiaga Uno, salah satu pembicara.

Sandiaga menegaskan pendidikan vokasi merupakan mitra strategis bagi UMKM agar bisa tetap bertahan di masa pandemi. Kolaborasi yang terbangun tidak cukup secara linear, tetapi harus bersifat multidimensi.

Sinergi vokasi, inkubator dan UMKM 

Lebih lanjut, Sandi mengatakan inkubasi bisnis menjadi tahapan penting mendirikan usaha yang fit.

Baca juga: Atasi Gap Tenaga Kerja, Transformasi Pendidikan Vokasi Jadi Hal Penting

 

Ia mengungkapkan berdasarkan studi, tingkat kesuksesan UMKM yang didampingi oleh inkubator bisnis mencapai 87 persen. Pendidikan tinggi vokasi sendiri menjadi jembatan untuk menyambungkan UMKM dengan inkubator bisnis.

Dengan inovasi tersebut, tambah Sandi, UMKM punya kemampuan mengatasi kesulitan yang dihadapi.

“Maka dari itu pendidikan tinggi vokasi harus aktif berinovasi, mencari berbagai terobosan untuk membantu memberikan solusi. Seperti di masa pandemi ini, setiap usaha harus menerapkan protokol keuangan sesuai dengan omzet melalui pengelolaan yang ketat," ujarnya.

Ia menambahkan, "dengan begitu, untuk usaha mikro setidaknya bisa bertahan selama bulan, usaha kecil tiga bulan, dan usaha menengah bisa 6-12 bulan.”

Terkait dengan membangun ekonomi nasional, Sandi menilai bahwa potensi UMKM di sangat besar. Sayangnya, ekonomi Indonesia saat ini masih belum mengandalkan mutu produk dan jasa karya anak bangsa.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X