Kompas.com - 11/10/2020, 18:26 WIB

KOMPAS.com - Sejatinya setiap anak dilahirkan cerdas dengan membawa potensi dan keunikan masing-masing.

Ahli riset Amerika Prof. Howard Gardener memetakan ragam kecerdasan atau multiple intelligence dalam 8 kategori utama yaitu linguistik, logis matematis, visual dan spasial, musik, interpersonal, intrapersonal, kinestetik, dan naturalis.

Menurutnya, setiap orang memiliki bermacam-macam kecerdasan tetapi dengan kadar pengembangan yang berbeda.

Salah satunya, kecerdasan logis matematik yang berarti kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Anak dengan kecerdasan logis matematik, mampu memikirkan dan menyusun solusi jalan keluar dengan urutan yang logis masuk akal.

Baca juga: Ingin Anak Gemar Matematika? Kenalkan Konsep, Tak Sekadar Rumus

Anak yang memiliki kecerdasan logis matematika biasanya dominan menyukai berhitung dan menyortir sesuatu. Kecerdasan ini perlu diasah sejak dini demi perkembangan anak dan kemajuan belajarnya kelak.

Merangkum portal pendidikan Sekolah.mu, berikut sejumlah aktivitas yang dapat mengasah kecerdasan logis matematis anak sejak usia dini:

1. Game matematika atau logika

Permainan seperti kartu urutan peristiwa, puzzle, lego dan maze dapat melatih anak mengorganisir objek berdasarkan warna, ukuran, bentuk angka, sebagai dasar mempelajari logika matematika.

Permainan itu akan membuat anak berhadapan masalah dalam sebuah permainan. Masalah yang mengasyikkan itu dapat membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah.

Aktivitas ini akan memperkuat kemampuan anak mencari jalan keluar dari masalah.

Baca juga: Asesmen Nasional Jadi Pengganti UN 2021, Ini 3 Aspek yang Akan Diuji

2. Berhitung dalam aktivitas sehari-hari

Libatkan anak dalam perhitungan sederhana di kegiatan harian agar ia terbiasa dengan angka dan hitungan, seperti menghitung jumlah barang belanjaan, menghitung buah yang dimakan, atau menghitung durasi pergi ke suatu tempat.

Ajak anak untuk mengenal berat dan besar, seperti mana buah yang ukurannya lebih besar atau mana yang bobotnya lebih berat.

3. Kenalkan alat pengukuran

Mengenalkan alat pengukur bisa dilakukan dengan mengajak anak menimbang tepung pada timbangan saat akan membuat kue bersama.

Baca juga: Cari Info Kuliah hingga Beasiswa Luar Negeri, Yuk Daftar Pameran Pendidikan Ini

Bisa juga mengukur sesuatu dengan penggaris, menghitung lamanya ayah berlari dengan stopwatch, dan lainnya.

4. Jadi contoh

Saat orangtua terbiasa teliti dalam menghitung sesuatu, menyelesaikan masalah secara runut dan logis, maka anak akan lebih mudah untuk mengikuti.

Saat anak dikenalkan dengan penerapan matematika sejak dini, maka ia dapat lebih bersemangat dan percaya diri dalam mempelajari matematika.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.