Kompas.com - 15/10/2020, 20:01 WIB
Ilustrasi petani SHUTTERSTOCK.com/FENLIOQIlustrasi petani

"Pemberdayaan ekonomi petani perlu, terlebih dahulu dilakukan dengan mengubah paradigma dan cara pandang pembangunan pertanian," saran dia.

Di kesempatan yang sama, petani millennial Fatoni Saputra berpendapat, penyebab pertanian Indonesia tertinggal dari negara-negara lain karena beberapa faktor seperti sumber daya manusia, pola pikir yang keliru dari kaum terdidik, dan sejumlah faktor lainnya.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Penyederhanaan Kurikulum Tidak Dilakukan sampai 2022

“Untuk menghadapi kondisi seperti saat ini, hal yang mendasar untuk mulai bangkit dari ketertinggalan adalah dengan memerhatikan sumber daya manusianya serta mengubah pola pikir dari para kaum terdidik,” paparnya.

Sementara itu, penyuluh Badan Litbang Pertanian R Dani Medinovianto mengatakan, hal yang harus diubah demi kemajuan pertanian Indonesia adalah pola pikir, yakni pola pikir yang diiringi dengan aksi atau usaha dalam menjadi seorang petani enterpreneur dan juga berkompeten.

“Setelah itu barulah petani bisa mulai berkompetisi sekaligus untuk menempa jiwa-jiwa entrepreneur dan juga melatih hardskills dan juga softkills. Seorang petani harus mampu beradaptasi dalam penggunaan teknologi dan inovasi serta dapat memiliki minat dan motivasi tinggi menjadi petani yang memiliki peran besar sebagai petani milenial dan petani entrepreneur," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.