Komisi Ekonomi MUI Imbau Mahasiswa Salurkan Aspirasi lewat Uji Materi MK

Kompas.com - 19/10/2020, 22:18 WIB
Demo mahasiswa dan buru di depan kantor DPRD Sulut, Kamis (8/10/2020) KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYDemo mahasiswa dan buru di depan kantor DPRD Sulut, Kamis (8/10/2020)

KOMPAS.com - Ketua Komisi Ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat M Azrul Tanjung mengimbau mahasiswa yang menolak Undang-undang Cipta Kerja menempuh jalur konstitusional lewat uji materi di Mahkamah Konstitusi.

"Saya mengapresiasi dengan apa yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa yang menyatakan ketidaksetujuannya dengan UU Cipta Kerja ini," ujar Azrul melalui keterangan pers di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Baca juga: Satgas Ralat Kemendikbud soal 123 Mahasiswa Positif Covid-19 Usai Unjuk Rasa, Ini Penjelasannya

Hal ini disampaikan Ketua Komisi Ekonomi MUI menanggapi rencana sejumlah organisasi mahasiswa yang menyatakan akan kembali melakukan aksi unjuk rasa meminta Presiden Joko Widodo mencabut UU Ciptaker tersebut.

Azrul menambahkan sebagai negara yang menganut paham demokrasi, perbedaan merupakan hal yang mutlak. Perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah terjadi.

Meski demikian, mengingat kondisi pandemi Covid-19, Azrul yang juga aktivis menyarankan sebaiknya mahasiswa tidak menggunakan jalur yang menggerakkan massa atau unjuk rasa.

Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majelis Ulama Indonesia M Azrul Tanjung mengimbau mahasiswa yang menolak Undang-undang Cipta Kerja menempuh jalur konstitusional lewat uji materi di Mahkamah Konstitusi.DOK. PINBAS MUI Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majelis Ulama Indonesia M Azrul Tanjung mengimbau mahasiswa yang menolak Undang-undang Cipta Kerja menempuh jalur konstitusional lewat uji materi di Mahkamah Konstitusi.

"Karena dikhawatirkan terjadi penyebaran Covid-19. Kita tidak tahu, saat aksi unjuk rasa yang melibatkan banyak orang tersebut siapa saja yang sehat dan siapa saja yang Orang Tanpa Gejala (OTG)," jelasnya.

Penyebaran Covid-19 saja tidak hanya menjadi masalah di Indonesia tetapi juga di sejumlah negara lainnya.

Untuk itu, dia menghimbau agar mahasiswa tidak melakukan aksi yang mengumpulkan banyak orang.

Baca juga: Setahun Jokowi-Maruf, 5.000 Mahasiswa dari BEM SI Diperkirakan Demo Lagi

"Saya berharap adik-adik mahasiswa dengan kondisi saat ini, dapat menyalurkan aspirasi melalui jalur konstitusi yakni uji materi di Mahkamah Konstitusi," imbuh dia.

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyatakan akan melakukan aksi unjuk rasa dengan melibatkan setidaknya 5.000 mahasiswa.

Aksi tersebut akan dilakukan pada Selasa (20/10) mulai pukul 13.00 WIB



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X