Kompas.com - 22/10/2020, 06:45 WIB
|

KOMPAS.com - Anak adalah anugerah dan amanah dari Tuhan. Bukan main-main. Tuhan tak malu menciptakan mereka. Dan Tuhan tidak ragu memberikan amanah itu kepada orang tua.

Maka terimalah amanah itu sepenuh hati. Jaga baik-baik dan yakinlah anak itu pasti membawa kebaikan yang sangat besar apabila Ayah dan Bunda merawat dan mengasuhnya sepenuh hati.

Sebab, tak semua orang mendapatkannya. Betapa banyak yang sangat mengharap memperoleh keturunan, tetapi Tuhan tak memberikannya kepada mereka.

Tentunya mereka sangat ingin menimang putera, tetapi sampai tutup usia tak kunjung punya. Untuk itulah setiap orang tua yang diberi amanah dari Tuhan harus bersyukur.

Baca juga: 6 Cara Kelola Emosi pada Pengasuhan Anak Usia Dini

Melansir laman Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (22/10/2020), ada tiga modal utama menjadi orang tua.

Takut yang bertanggung jawab

Karena ini amanah, maka kita tidak bisa main-main. Mendidik anak itu sangat serius. Kita perlu berusaha meluangkan waktu dan memberi perhatian kepada anak.

Sebagaimana kita takut kalau barang kita rusak, maka kita berhati-hati dan tidak gegabah. Tidak cemas, tetapi tidak juga lengah.

Orang tua harus menjaga anaknya dengan hati-hati. Berikan pendidikan utama yang terbaik bagi anak.

Harus berilmu

Segala sesuatu ada ilmunya. Tidak penting sekarang kita sudah punya ilmu atau belum dalam mendidik anak kita.

Yang jauh lebih penting adalah kita berusaha terus-menerus mencari ilmu dalam mendidik anak agar cara kita mendidik anak semakin baik.

Kita juga perlu mencari ilmu dalam mendidik anak agar kalau kita telah melakukan kesalahan, kita dapat segera memperbaiki.

Tentu setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Tetapi ada yang segera memperbaiki diri, ada pula yang tidak.

Beruntunglah orang yang setiap kali melakukan kesalahan, dia segera menyadari lalu memperbaiki kesalahannya.

Berbicara jujur kepada anak

Anak belajar untuk yang pertama kali pasti dari orang tua. Maka jadilah orang tua yang jujur dalam berbicara, jujur pula dalam setiap perbuatan.

Jika anak meminta sesuatu, tanggapilah dengan jujur. Menolak atau menerima permintaan anak juga harus dengan jujur. Begitu pula ketika anak bertanya, jawablah dengan jujur.

Dalam menjawab pertanyaan, jujur itu ada dua macam.

1. Pertama, jujur dalam memberikan jawaban. Jangan sekali-kali membohongi anak, meskipun anak tidak tahu kalau kita berbohong. Begitu pula ketika menyampaikan alasan melarang anak melakukan sesuatu, hendaklah Ayah Bunda memberi alasan yang jujur.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh bagi Anak Usia Dini

2. Kedua, jujur belum dapat memberikan jawaban ketika masih bingung cara menjawab yang benar. Kadang kita sudah tahu jawaban dari pertanyaan anak, tetapi belum tahu bagaimana cara menjawab.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.