Kompas.com - 15/11/2020, 17:46 WIB
Sekolah Semesta, Semarang, Jawa Tengah, menggelar Semesta EduFair secara virtual dengan tema Transforming The Future In New Normal, Sabtu 14 November 2020. DOK. SEKOLAH SEMESTASekolah Semesta, Semarang, Jawa Tengah, menggelar Semesta EduFair secara virtual dengan tema Transforming The Future In New Normal, Sabtu 14 November 2020.

KOMPAS.com - Di tengah krisis pandemi global Covid-19, sangat penting untuk tetap menumbuhkan semangat dan energi positif kepada siswa yang tengah menjalankan pembelajaran jarak jauh.

Hal ini menjadi latar belakang Sekolah Semesta, Semarang, Jawa Tengah, menggelar Semesta EduFair secara virtual dengan tema "Transforming The Future In New Normal", Sabtu 14 November 2020.

Acara yang digagas Career Planning Departement Sekolah Semesta ini bertujuan menjembatani kebutuhan informasi dan bimbingan dibutuhkan siswa dalam merencanakan kelanjutan pendidikan ke jenjang universitas.

Sisi lain, acara edufair ini juga berupaya mengoptimalkan peran aktif perguruan tinggi menemukan calon mahasiswa.

Universitas dalam dan luar negeri

"Tahun ini adalah tahun ke 5 Sekolah Semesta mengadaan edufair. Dan ini merupakan komitmen kami turut meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memfasilitasi siswa di Indonesia untuk tetap mendapatkan informasi tentang studi lanjut," ungkap Kepala Sekolah SMA Semesta, Didin Sopandi kepada Kompas.com (15/11/2020).

Baca juga: Mendikbud Pastikan Wilayah 3T Jadi Prioritas dalam Program Digitalisasi Sekolah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Didin berharap dengan informasi cukup mengenai studi lanjut, tingkat lulusan SMA yang melanjutkan ke luar negri juga akan semakin tinggi.

"Kami yakin bagaimana pun kondisinya, meski di tengah pandemi, asalkan kita serius dan komitmen halangan apapun bisa diselesaikan," tegasnya.

Ia menjelaskan gelaran tahun ini diikuti sekitar 500 peserta dengan melibatkan total 33 partisipan lembaga pendidikan, terdiri atas 8 PTN, 9 PTS, 8 universitas luar negeri, serta 8 pendidikan tinggi kedinasan dan lembaga bimbingan belajar.

Universitas negeri yang berpartisipasi dalam edufair Sekolah Semesta tahun ini meliputi UGM, UI, Undip, Unair, UB, ITS, Unpad.

Sedangkan dari Universitas swasta terdiri atas Sampoerna University, Swiss German University, Telkom University, President University, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Unisulla Semarang, Ciputra University, Esa Unggul University.

Universitas luar negeri juga turut berpartisipasi, antara lain Tokyo International University, Asia Pasific University, Sunway University Malaysia, Singapore Institute of Management, Manchester Exester UK, Queensland University of Technology, Taylor University of Malaysia.

Sekolah Semesta juga memfasilitasi siswa yang berniat masuk sekolah kedinasan dengan menghadirkan Sekolah kedinasan di antaranya Akmil, Akpol, IPDN, STIS. Penyelenggara bimbel juga ikut meramaikan edufair, diantaranya Ocean, Alfalink, ICAN dan STMKG.

Menjaga semangat dan energi positif

"Untuk siswa Semesta sendiri karena siswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia jadi tersebar (untuk masuk PTN atau PTS). Tetapi alhamdulillah mereka sebagian besar masuk di PTN favorit seperti ITB, UI ,UGM dan Undip," kata Kepala Sekolah SMA Semesta.

Didin menambahkan, ada beberapa juga masuk jalur kedinasan, sedangkan untuk pilihan universitas luar negeri masih didominasi pilihan ke negara Jepang dan Eropa.

Baca juga: Jabar Luncurkan Program Sekolah Juara, Pelajar Bisa Kelola Perusahaan

Dalam acara ini, Kepala Dinas Pendidikan Wilayah Zona 1, Budi Santosa, berpesan agar para siswa dapat menggunakan kesempatan ini untuk mempersiapkan masa depan.

"Semoga dengan adanya edufair ini para siswa dapat bersiap dan belajar apa saja yang harus dipersiapkan untuk pendaftaran universitas dan mengetahui gambaran bagaimana belajar efektif di universitas sehingga setelah lulus bisa berkontribusi untuk perkembangan Indonesia," pesannya.

Hal senada disampaikan Kepala Sekolah SMA, Didin Sopandi yang berharap Edufair ke-5 Sekolah Semesta dapat menjadikan suntikan semangat dan energi positif kepada siswa untuk terus mengejar impian tanpa terhalang pandemi.

Ia mengatakan, "kualitas pendidik harus terus ditingkatkan dan penggunaan teknologi harus mulai diaplikasikan

"Siswa, orangtua, guru, masyarakat dan dinas pendidikan harus menjalin komunikasi dan merencanakan pembelajaran dengan baik. Dan tentunya terus memberikan motivasi dan energi positif agar anak-anak tetap semangat belajar," tegasnya menutup perbincangan.

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.