Kompas.com - 17/12/2020, 13:23 WIB
Calon anggota Mapala UI berlatih ilmu mendaki gunung di Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango, Jawa Barat. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOCalon anggota Mapala UI berlatih ilmu mendaki gunung di Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango, Jawa Barat.
|

"Kalau mental tidak kuat, panik, menyerah, dan tidak ada usaha bertahan hidup ini yang akan membuat banyak kasus orang hilang di gunung," tambahnya.

5. Jika mental sudah siap menghadapi situasi darurat, Prof. Ildrem menyarankan untuk segera mencari sungai atau jalur air. Hakikatnya, sungai akan terus mengalir hingga ke hilir. Semakin ke hilir, sungai akan menemui lokasi perkampungan terdekat.

Meski begitu, pendaki tetap harus mewaspadai kemungkinan tersesat atau keluar dari jalur pendakian. Jika menghadapi situasi seperti ini, hal utama yang wajib dimiliki pendaki adalah menyiapkan mental yang kuat untuk memulai survival.

Namun, pendaki juga wajib mewaspadai setiap kontur tepian sungai. Jika menemui air terjun, disarankan untuk tidak langsung menuruni tebing, apalagi bagi pendaki yang tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai panjat tebing.

Agar bisa keluar, maka pendaki bisa menuruni tebing dengan cara memutarinya. Carilah area yang lebih landai untuk turun, tetapi tetap berpatokan pada jalur air. Cara ini relatif aman untuk menghindari risiko terpeleset saat menuruni tebing.

6. Pendaki juga wajib memiliki pengetahuan mengenai botani dan zoologi. Pengetahuan ini akan memudahkan pendaki untuk memilih mana tumbuhan yang bisa dimakan atau tidak. Sebab, banyak sekali tumbuhan yang bisa dimakan, ternyata di dalamnya mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh.

Prof. Ildrem mengatakan, ada tips sederhana untuk menghindari kemungkinan keracunan, yaitu:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Jangan makan hanya dari satu jenis tumbuhan saja. Bisa jadi, jenis tumbuhan yang kita makan terus-terusan itu akan mengeluarkan racun di dalam tubuh.
  • Coba makan banyak jenis tumbuhan untuk menghindari kalau-kalau ada yang beracun.

7. Selain bekal makanan dan peralatan yang lengkap, pendaki juga wajib membawa peralatan untuk mendukung komunikasi, seperti baterai cadangan dan pengisi daya portabel. Piranti ini akan memudahkan pendaki untuk tetap menjalin komunikasi saat survival.

Baca juga: Covid-19 Menular Lewat Mata? Ini Kata Guru Besar UGM

Jika menemukan wilayah dengan sinyal telepon yang cukup, usahakan untuk mengirimkan titik lokasi pada kerabat atau petugas. Titik lokasi ini akan membantu tim pencari untuk menemukan pendaki jika terjadi kasus hilang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X