Blended Learning: dari Guru Keliling, Literasi hingga Karakter Siswa

Kompas.com - 06/01/2021, 12:19 WIB
Program Guling atau guru keliling dilakukan oleh Krista Adayu, guru SDN Gumilir 06, Cilacap, Jawa Tengah berdasar hasil kesepakatan kelas bersama orangtua siswa. Ada 3-4 siswa yang rumahnya berdekatan membentuk kelompok belajar kecil yang rutin didampingi guru. Program ini untuk memastikan semua siswa bisa mendapatkan akses pembelajaran di masa pandemi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. DOK. TANOTO FOUNDATIONProgram Guling atau guru keliling dilakukan oleh Krista Adayu, guru SDN Gumilir 06, Cilacap, Jawa Tengah berdasar hasil kesepakatan kelas bersama orangtua siswa. Ada 3-4 siswa yang rumahnya berdekatan membentuk kelompok belajar kecil yang rutin didampingi guru. Program ini untuk memastikan semua siswa bisa mendapatkan akses pembelajaran di masa pandemi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Oleh: Krista Adayu | Guru SDN 06 Gumilir, Cilacap, Jawa Tengah

KOMPAS.com - Pandemi telah menyebabkan terjadinya krisis pendidikan. Salah satu krisis pendidikan di era pandemi adalah menurunnya keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Banyak guru mengeluhkan siswanya tidak mengikuti pembelajaran dengan baik. Tugas-tugas yang diberikan melalui pembelajaran jarak jauh banyak yang tidak dikerjakan siswa.

Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis mengajak orangtua dan siswa melakukan kesepakatan kelas sebelum mengawali pembelajaran selama satu semester ke depan.

Pembuatan kesepakatan diawali dengan mengajak siswa dan orangtua atau wali murid untuk menyampaikan usulan dan gagasannya agar pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa berjalan dengan baik.

Ada tiga topik utama dibahas, yaitu:

Baca juga: Apa Itu Blended Learning? Simak Penjelasan Berikut Keuntungannya

1. Bentuk pembelajaran dan penugasan

“Untuk daring saya setuju menggunakan WAG dengan semua fiturnya yang juga dikombinasikan dengan aplikasi lain seperti Zoom dan Youtube Streaming. Jadi anak-anak tetap bisa fokus belajar. Sedangkan untuk luring saya setuju menggunakan kegiatan guru berkeliling (guling),” kata wali dari seorang siswa bernama Vidzi.

Usulan di atas juga disambut baik oleh orangtua siswa lainnya untuk tetap melakukan pembelajaran bauran (blended). Pembelajaran daring dikombinasikan dengan kegiatan guru keliling (guling) ke rumah siswa dalam kelompok-kelompok kecil.

Diskusi topik ini bisa menghasilkan beberapa kesepakatan:

  • PJJ secara luring dilakukan dengan cara guling. Satu hari satu kelompok atau dua kelompok yang dikunjungi.
  • Memanfaatkan pembelajaran melalui WAG setiap hari.
  • Pembelajaran melalui zoom dan youtube streaming dilakukan seminggu sekali.
  • Pengerjaan tugas dilakukan setelah luring dan daring selesai.
  • Tugas bisa dikumpulkan berupa foto atau video, dan
  • Pembahasan dilakukan bersama lewat voice note/chat/video conference.

2. Penumbuhan karakter dan literasi dalam pembelajaran

Ada dua model penumbuhan karakter dan literasi yang ditawarkan Krista. Pilihan kegiatannya, (1) dilakukan terintegrasi dalam mata pelajaran, atau (2) dilaksanakan secara terpisah atau berdiri sendiri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X