Kompas.com - 10/01/2021, 14:50 WIB
Tangkapan layar Tips dan Trik SNMPTN 2020 akun resmi Instagram Ditjen Dikti Kemendikbud. DOK. DITJEN DIKTI/KEMENDIKBUDTangkapan layar Tips dan Trik SNMPTN 2020 akun resmi Instagram Ditjen Dikti Kemendikbud.

KOMPAS.com - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah mengumumkan kuota siswa yang berhak (eligible) melakukan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021.

Tentu, kuota tersebut berdasarkan data yang diambil dari Pusdatin Kemendikbud per 23 Desember 2020. Informasi mengenai kuota dapat dilihat melalui laman LTMPT.

Dari laman LTMPT itu, siswa maupun sekolah bisa melihat kuota siswa pada menu SNMPTN dan submenu "Kuota Sekolah". Untuk cara pendaftaran, di laman LTMPT sendiri sudah dijelaskan prosedurnya. Sehingga calon peserta tidak perlu bingung terkait tahapan SNMPTN. 

Nah, dari jadwal yang ditetapkan LTMPT, untuk registrasi Akun LTMPT dilakukan pada 4 Januari - 1 Februari 2021. Lalu berikutnya, penetapan siswa yang eligible oleh sekolah dilakukan sejak 4 Januari - 8 Februari 2021.

Untuk prosesnya, memang cukup panjang. Setelah penetapan siswa, Prosesi berikutnya, pengisian PDSS: 11 Januari - 8 Februari 202 lanjut pada Pendaftaran SNMPTN pada 15-24 Februari 2021 hingga hasil SNMPTN yang ditetapkan pada 22 Maret 2021.

Baca juga: Sekolah Harus Cermati Data Kuota Siswa Eligible di SNMPTN 2021

Agar bisa lolos SNMPTN, memang tidak mudah. Karena persaingan antar calon pesertanya cukup tinggi. Tahun lalu, LTMPT menyebutkan jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi pada 86 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia sebanyak 96.496 siswa.

Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari jumlah pendaftar sebanyak 489.601 siswa. Dari jumlah yang dinyatakan lulus di PTN tersebut termasuk 25.398 siswa dari peserta pemegang Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Dengan total pendaftar KIP Kuliah sejumlah 95.346.

Tentu saja persaingan di SNMPTN jauh lebih ketat dibanding Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri 2021. Bahkan, saat penantian pengumuman SNMPTN lebih terasa ketegangannya bagi orang tua, calon peserta dan sekolah.

Agar bisa lolos di SNMPTN, perlu mencermati peluang yang ada. Nah, berikut strategi atau tips dan trik agar kamu bisa lolos di SNMPTN 2021. Informasi dirangkum dari laman Rencanamu.id:

  • Kuota SNMPTN di berbagai perguruan tinggi minimal 20 persen. Dari pengalaman tahun sebelumnya banyak kampus yang menerapkan kuota 20 persen. Nah ini poin utama yang harus diperhatikan. Dibandingkan SBMPTN dan Mandiri, kuota SNMPTN tentu lebih sedikit porsinya.
  • Untuk itu, akreditasi dan performa sekolah tentu berpengaruh dalam seleksi. kalau berasal dari sekolah akreditasi A, berarti peluangnya masuk besar dari sekolah akreditasi B dan C? Namun perlu diingat, sekolah akreditasi A jumlahnya cukup banyak. Jadi, persaingannya sendiri sebetulnya sudah ketat.
  • Masih terkait poin diatas, walau sekolah satu sama lain memiliki akreditasi A dan peserta yang berasal dari sekolah favorit yang terkenal berprestasi tentu akan lebih diuntungkan ketimbang sekolah akreditasi A yang performanya biasa saja.
  • Nilai rapor juga menjadi poin penting. Walaupun peringkatmu termasuk teratas di sekolah, kalau rekap nilaimu kurang oke, ada kemungkinan akan kalah saing dengan peserta lainnya.
  • Bagaimana ya, prestasi sangat berpengaruh pada SNMPTN? memang tidak ada rumus pastinya. Karena setiap PTN memiliki pertimbangan dan pembobotan tersendiri.
  • Untuk itu, pilih prestasi dengan standar nasional di kompetisi yang terjamin reputasinya. Misalnya, menjadi juara kedua di olimpade nasional atau provinsi masih lebih bisa tersaring daripada menang di acara yang diselenggarakan tempat les, mall atau menang di tingkat sekolah saja.
  • Lalu, bagaimana ya bagi calon peserta yang tidak memiliki prestasi? Memang prestasi bukan syarat mutlak. Hanya jika ada, bisa dilampirkan dan menjadi poin plus.
  • Misalnya, di pilihan program studi Seni dan Olahraga, diminta menyerahkan portofolio. Nah, disini maksimalkan usaha kamu dalam membuat portofoliomu.
  • Perhatikan juga, keketatan persaingan prodi dan PTN yang dituju, Ada prodi dan PTN yang peminatnya jauh lebih banyak dibandingkan kursi yang ditawarkan. Ini tentu menjadi penentu peluang masuk calon peserta.
  • Awas, ingat juga ketentuan memilih prodi ya. Karena, di SNMPTN 2021 ini setiap siswa dapat memilih dua program studi. Namun, salah satunya harus di perguruan tinggi atau politeknik yang berlokasi sesuai domisili.
  • Dengan kata lain, jika memilih dua program studi, maka salah satunya harus prodi di 1 PTN pada provinsi yang sama dengan SMA/MA/SMK asalnya. Jika memilih satu program studi, dapat memilih PTN yang berada di provinsi manapun.

Dari poin diatas, kamu bisa memperkirakan besar kecilnya peluangmu. namun, jangan pernah memilih prodi hanya karena peluang masuknya besar. Karena, prodi yang kamu pilih menentukan rencanamu ke depan.

Baca juga: Jangan Lupa! Ini Tanggal Pendaftaran SNMPTN dan UTBK-SBMPTN 2021

Pilihlah prodi yang sesuai dengan minat, kemampuan dan rencana masa depanmu. Harus diingat juga, jika diterima di SNMPTN maka kamu tidak bisa mendaftar di SBMPTN 2021 dan SBMPTN tahun berikutnya.

Untuk itu, tetaplah selektif dalam memilih prodi yang kamu pilih. Optimis masuk SNMPTN boleh, asal strateginya tepat. Jangan over pede, dan persiapkan pula dirimu di SBMPTN dan Seleksi Mandiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X