Kompas.com - 03/02/2021, 20:45 WIB
Ini rupa alat GeNose C19 besutan Universitas Gajah Mada (UGM) yang diyakini akurasi deteksi virus corona hingga 90 persen, Jakarta, Sabtu (23/1/2021). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiIni rupa alat GeNose C19 besutan Universitas Gajah Mada (UGM) yang diyakini akurasi deteksi virus corona hingga 90 persen, Jakarta, Sabtu (23/1/2021).

KOMPAS.com - Alat skrining atau pendeteksi awal Covid-19 GeNose C19 inovasi Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah jadi perbincangan hangat masyarakat.

Hal ini karena GeNose C19 dinilai lebih cepat dan akurat dalam mendeteksi awal Covid-19. Bahkan, hanya butuh waktu 3 menit seseorang bisa terdeteksi apakah negatif atau positif Covid-19.

GeNose memiliki tingkat akurasi 93-95 persen dengan sensitivitas 89-92 persen dan spesifitas 95-96 persen.

Bahkan, alat skrining ini mampu mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terkandung dalam embusan napas seseorang dan mendeteksi seseorang yang baru dua hari terpapar Covid-19.

Baca juga: Paksa Siswa Pakai Atribut Agama, Nadiem: Sekolah Negeri Kena Sanksi

Adapun tes PCR atau rapid test antigen belum mampu mendeteksi pada periode yang sama.

Melansir laman UGM, sayangnya usai memperoleh izin edar dan dipasarkan, beberapa pihak justru mengambil keuntungan dari GeNose, terutama tentang penetapan harga jual di pasaran yang beragam.

Salah satunya seperti yang dijual di salah satu situs belanja online tanah air baru-baru ini.

“Di sana terlihat GeNose dijual dengan harga beragam. Ada yang 75, 80 bahkan 90 juta,” papar Direktur Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM Hargo Utom, seperti dikutip dari laman UGM, Rabu (3/2/2021).

Hargo menegaskan, distribusi GeNose sudah dikelola oleh PT Swayasa Prakarsa. Saat ini, kata dia, telah ada 3 distributor resmi GeNose C19 dan menyusul 3 distributor lainnya.

Baca juga: 100 Kampus Negeri dan Swasta Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2021

Hargo juga menjelaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) GeNose sebesar Rp 62 juta per unit (sebelum dikenakan pajak).

“Harganya sudah ditentukan dan tidak diperbolehkan menjual di atas harga tersebut,” tegas Hargo.

Hargo berharap agar masyarakat berhati-hati dan waspada dengan tawaran untuk membeli GeNose selain melalui distributor resmi yang ditunjuk, karena belum ditawarkan melalui situs belanja online.

Hargo yang juga mewakili UGM Science Techno Park menambahkan pemasaran GeNose C19 saat ini diprioritaskan untuk penanggulangan Covid-19 pada layanan kesehatan, rumah sakit, layanan publik, pemerintahan, sekolah, pesantren, kampus dan perusahaan/industri.

“Dalam tahap ini belum diprioritaskan untuk skala rumah tangga atau perseorangan,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X