Kompas.com - 07/02/2021, 05:37 WIB
Kegiatan mahasiswa di aula UMKT Jalan Juanda, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (15/3/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONKegiatan mahasiswa di aula UMKT Jalan Juanda, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (15/3/2020).
|

KOMPAS.com - Sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), Politeknik Negeri Ketapang (Politap) sangat fokus terhadap proses pengembagan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Khususnya untuk meningkatkan SDM di wilayahnya, Politap memiliki empat program yaitu program Desa Unggul, Desa Akses, Desa Sinergi, dan Desa Wisata.

Direktur Politap, Endang Kusmana, mengungkapkan visi ini dilakukan karena adanya protes yang sering dilayangkan warga terhadap suatu perusahaan yang justru kerap mempekerjakan SDM dari luar Ketapang.

Terlebih sejumlah perusahaan besar ada di Ketapang namun permasalahan pengangguran terus merajalela. Kondisi ini diperparah ketika banyak tenaga kerja yang sering keluar dengan alasan tidak betah. Sementara jika harus merekrut tenaga dari desa sangat tidak qualified.

Baca juga: Politap Kembangkan Tumbuhan Obat dari SDA Taman Nasional Gunung Palung

"Sebenarnya keadaan ini membuat bingung pihak industri juga. Mereka ingin merekrut tenaga kerja dari desa, namun tidak qualified. Sementara itu tenaga kerja dari luar juga sering tidak betah, makanya banyak yang keluar," terang Endang Kusmana dalam siaran persnya kepada Kompas.com, Sabtu (6/2/2021).

Menghadapi permasalahan ini, Politap mempunyai beberapa solusi agar bisa memanfaatkan sumber daya manusia dengan baik. Melalui 4 program yang diterapkan ini, diharapkan bisa meningkatkan SDM di Kabupaten Ketapang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Program Desa Unggul

Program ini merupakan program yang diinisiasi Politap untuk mendidik anak desa supaya punya keterampilan vokasi dan kerja di industri. Sehingga mereka bisa dibekali skill agar qualified di lingkungan kerja nanti.

Baca juga: Dirjen Vokasi Terima Gedung dan Laboraturium Politap dari PUPR

2. Program Desa Sinergi

Program ini digunakan untuk menjembatani anak-anak dari desa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Anak-anak dari desa bisa mengenyam pendidikan dengan baik.

3. Program Desa Akses

Program ini merupakan program kuliah yang digelar di balai desa atau kantor kecamatan.
Menariknya lagi, seluruh calon mahasiswa akan dilakukan tes penerimaan berbasis CBT dan memanfaatkan platform EdLink.

Saat menggunakan platform EdLink ini seluruh data yang digunakan sudah terintegrasi dengan SEVIMA Cloud.

4. Program Desa Wisata

Setelah adanya akses internet di wilayah ini, banyak anak muda yang sudah mulai melek dengan teknologi. Ini membuat mereka lebih gencar mempromosikan wisata di wilayah ini.

Baca juga: Genjot Vokasi, Politap Siap Membangun Vokasi dari Desa

Tak hanya itu, adanya program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari mahasiswa juga berdampak pada berkembangnya teknologi di wilayah ini.

Endang tak menampik saat menjalankan program ini ada beberapa tantangan. Seperti pada program Desa Sinergi, keadaan wilayah Ketapang yang sangat parah membuat akomodasi sulit menggapai wilayah ini.

Selain itu, banyak orang di sini yang masih berpikir jika kuliah tidak akan menghasilkan uang. Sementara anak lulus dari SMK sudah dituntut untuk bekerja dan berpenghasilan.

"Tantangan lain dari program Desa Akses juga begitu sangat tricky untuk diterapkan. Banyak anak yang tidak memiliki gawai mengharuskan pihak Politap harus menyiapkannya. Belum lagi keberadaan sinyal di wilayah ini juga belum stabil," tegas Endang.

Namun empat program yang dilakukan Politap ini berbuah manis. Lulusan sekolah menengah di wilayah Ketapang akhirnya bisa mengenyam pendidikan dengan baik. Mereka menggunakan Balai Desa untuk melakukan proses perkuliahan.

Fasilitas internet pun akhirnya bisa dirasakan oleh pelajar di wilayah ini. Tak hanya itu saja, pada program Desa Unggul juga mencetak pelajar yang siap melanjutkan ke perguruan tinggi atau pendidikan tinggi.

Jika ada 5 anak per desa yang bisa melanjutkan kuliah seperti ini, maka industri dan kebutuhan tenaga kerja di wilayah ini juga akan terpenuhi. Sehingga, keuangan di setiap desa bisa stabil dan industri sendiri juga dimudahkan.

Baca juga: Gerakan Aku Baca Kompas Gramedia Dukung Desa Membaca, Membaca Desa

Program Desa Wisata juga membuat kampus bisa lebih fokus untuk tidak membeli banyak alat. Namun bisa melakukan fokus terhadap investasi SDM dan teknologi.

Dengan jumlah mahasiswa yang banyak ini bisa membuat desa semakin makmur dan kebutuhan industri bisa terpenuhi dengan baik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X