Kompas.com - 10/03/2021, 15:59 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Siapa sih yang tidak ingin pandemi Covid-19 segera berakhir? Rasanya kita semua sudah tidak sabar untuk berkumpul dengan kerabat dan sahabat, tanpa perlu memakai masker serta menjaga jarak.

Sayangnya, keinginan itu tidak diiringi dengan tindakan, seperti menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Kemendikbud: Mahasiswa Juga Peroleh Vaksinasi Covid-19

Coba perhatikan, masih banyak orang yang setengah-setengah memakai masker dengan alasan pengap.

Tidak sedikit pula yang suka nongkrong berlama-lama di kafe karena bosan di rumah.

Akibatnya, angka kasus Covid-19 di Tanah Air pun menukik tajam. Pada Sekasa (9/3/2021) saja, Indonesia sudah mencatatkan lebih dari 1,39 juta kasus positif Covid-19.

Angka tersebut masih akan terus bertambah selama masyarakat masih mengutamakan kepentingan pribadi ketimbang keselamatan bersama.

Hal ini juga akan menimbulkan lebih banyak kerugian. Salah satunya adalah menurunnya pertumbuhan ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal III-2020 tumbuh minus 3,49 persen secara year on year (yoy).

Memang angka tersebut sudah membaik dibandingkan kuartal II-2020 yang pertumbuhan ekonominya mengalami penurunan sampai 5,32 persen.

Namun, bukan berarti Indonesia lepas dari ancaman resesi lho.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.