Kompas.com - 13/03/2021, 09:47 WIB
Arif Satria saat menjelaskan jalur masuk maba 2021 melalui kanal youtube IPB DOK.IPB UniversityArif Satria saat menjelaskan jalur masuk maba 2021 melalui kanal youtube IPB
|

KOMPAS.com - Seseorang dengan IQ (intelligence quotient) tinggi tidak menjamin akan sukses. Tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.

Demikian diungkapkan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof. Arif Satria pada webinar bertajuk "Kiat Sukses Masuk Perguruan Tinggi Pilihan dan Pengumuman Peringkat Sekolah berdasarkan Nilai UTBK 2020" melalui kanal Youtube LTMPT OFFICIAL, Sabtu (28/11/2020).

Prof. Arif yang juga Rektor IPB University menyatakan bahwa IQ yang tinggi maupun kuliah di kampus ternama tidak menjamin.

"IQ tinggi atau kuliah di perguruan tinggi terbaik di luar negeri tidak menjamin pada masa depan yang baik. Karena yang membawa masa depan itu semua tergantung dari kemampuan pribadi orang tersebut," tegasnya.

Baca juga: Mau Daftar SBMPTN 2021, Cek Dulu 10 Prodi Soshum Terketat Tahun Lalu

Hal itu dikatakannya terkait 100 faktor orang bisa sukses. Apa saja faktor itu? Ternyata, dari hasil penelitian Thomas J Stanley:

  • IQ berada di urutan ke-21
  • Bersekolah di sekolah favorit urutan ke-23
  • Lulus dengan nilai terbaik urutan ke-30

"Jadi, IQ kita ini 150 tidak menjamin kita ini sukses. Lulus dengan nilai terbaik juga tidak menjamin," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

10 faktor sukses

Dijelaskan, kita sukses dalam pendidikan, pekerjaan, atau karir itu ada 10 faktor:

1. Kejujuran

2. Kedisiplinan

3. Good interpersonal skill

4. Dukungan dari pasangan hidup (yang sudah menikah)

5. Bekerja lebih keras dari yang lain

6. Mencintai apa yang dikerjakan

7. Kepemimpinan yang baik dan kuat

8. Semangat dan berkepribadian kompetitif

9. Pengelolaan kehidupan yang baik

10. Kemampuan menjual gagasan dan produk

Pilih jurusan kuliah sesuai passion

Terkait penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2021, Prof. Arif juga memberikan pesan kepada calon mahasiswa agar memilih kampus tidak bisa asal pilih.

Namun semua harus disesuaikan dengan minat dan bakatnya. Termasuk prospek kerja nanti ke depannya.

Baca juga: Pahami 7 Tips Ini agar Tak Salah Pilih Jurusan Kuliah

Namun yang paling penting ialah harus disesuaikan dengan passion siswa itu sendiri. Maka nanti akan kuliah dengan nyaman karena sesuai dengan hati.

"Memilih kampus dan jurusan jangan bergantung pada persepsi publik atau seseorang, tapi sesuaikan dengan passion calon mahasiswa," ujarnya.

Karena itu, Prof. Arif berpesan pada calon mahasiswa agar dapat mengembangkan soft skill dengan baik, memilih jurusan atau kampus sesuai dengan passion dan bidangnya.

Serta bisa menjadi orang sukses dengan menerapkan 10 faktor itu.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.