Kompas.com - 23/03/2021, 17:42 WIB
Rapat Kerja Nasional atau Rakornas Bidang Perpustakaan 2021 yang digelar Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berakhir hari ini (23/3/2021) dengan menghasilkan beberapa rekomedasi untuk penguatan literasi.

DOK. PERPUSNASRapat Kerja Nasional atau Rakornas Bidang Perpustakaan 2021 yang digelar Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berakhir hari ini (23/3/2021) dengan menghasilkan beberapa rekomedasi untuk penguatan literasi.

KOMPAS.com - Rapat Kerja Nasional atau Rakornas Bidang Perpustakaan 2021 yang digelar Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berakhir hari ini (23/3/2021) dengan menghasilkan beberapa rekomedasi untuk penguatan literasi.

Rakornas yang mengangkat tema "Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural" telah berlangsung sejak Senin, 22 Maret 2021 ini diikuti lebih dari 10 ribu peserta yang berasal dari pustakawan, penggiat literasi, media, penerbit hingga wakil kementerian/lembaga.

"Beberapa hal yang kami catat dari para pemateri, permasalahan klasik masih terjadi, seperti belum idealnya rasio ketercukupan koleksi, tenaga perpustakaan, akses layanan perpustakaan yang belum merata, sarana prasarana perpustakaan yang ada belum sesuai standar nasional perpustakaan," ungkap Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bundo.

Selain itu masih pula muncul sejumlah tantangan mulai dari pelibatan masyarakat dalam pembangunan perpustakaan yang belum optimal, keterbatasan anggaran pembangunan perpustakaan dan literasi masyarakat, hingga belum optimalnya implementasi regulasi perpustakaan oleh pemerintah daerah.

Baca juga: Tjahjo Kumolo Dorong ASN Jadi Motor Penggerak Penguatan Literasi

Kaperpusnas mengatakan, dari hasil Rakornas ini akan disusun laporan lengkap baik untuk sesi kebijakan, praktisi, dan sesi ruang konsultasi yang berjumlah 17 raung, dan hasil rekomendasi Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan Tahun 2021, sebagai bahan pengambilan kebijakan pembangunan perpustakaan ke depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun beberapa rekomedasi yang dihasilkan dari Rakornas Bidang Perpustakaan ini, antara lain:

1. Sinergi mencapai target indeks literasi

Perpustakaan Nasional, Perpustaakaan Umum, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Sekolah, dan Perpustakaan Khusus, serta pemangku kepentingan bersinergi lintas kementerian/lembaga, pemda, sektor swasta dan masyarakat.

Sinergi ini bertujuan meningkatkan budaya literasi, inovasi dan kreativitas yang menjadi pilar untuk mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.

Untuk itu sasaran strategis pembangunan nasional bidang perpustakaan tahun 2022 adalah tercapainya Pembangunan Literasi dan Kegemaran Membaca Masyarakat dengan target nilai tingkat kegemaran membaca 63.3 (sedang) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat 13 (cukup).

2. Capaian perpustakaan provinsi dan kabupaten/kota

Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/kota agar menyusun program dan kegiatan yang mendorong capaian urusan bidang perpustakaan yaitu:

  • Tingkat kegemaran membaca masyarakat bertambah dengan indikator peningkatan nilai Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat;
  • Literasi masyarakat meningkat dengan indikator meningkatkan indeks Pembangunan Literasi Masyarakat.

3. Pemenuhan rasio kecukupan tenaga perpustakaan 

Perpustakaan Nasional, Perpustaakaan Umum, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Sekolah/Madrasah, dan Perpustakaan Khusus berupaya meningkatkan rasio ketercukupan tenaga perpustakaan melalui rekrutmen, inpassing, dan berupaya meningkatkan tenaga perpustakaan dengan mengusulkan pengangkatan tenaga PPPK ke Kementerian PANRB yang di koordinasikan oleh Perpustakaan Nasional.

4. Mewujudkan perpustakaan berbasis inklusi sosial

Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/Kota berupaya meningkatkan program layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial melalui replikasi/perluasan ke wilayah baru, dan juga membangun jejaring di antara pelaku transformasi perpustakaan dan juga jejaring ke pihak swasta atau stakeholder terkait lainnya untuk meningkatkan manfaat nyata perpustakan di masyarakat.

Baca juga: Wali Kota Hendi: Kematangan Literasi Penting untuk Pembangunan Manusia

5. Peran ASN dan penggunaan teknologi informasi

Perpustakaan Nasional, Perpustaakaan Umum, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Sekolah, dan Perpustakaan Khusus meningkatkan peran ASN sebagai agen literasi dengan menjadi motor dan garda terdepan dalam menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat secara luas.

Hal ini didorong melalui pemanfaatan lembaga perpustakaan serta memaksimalkan penggunaan teknologi informasi sehingga dapat mengembangkan budaya literasi masyarakat dan mempercepat terciptanya masyarakat yang literat.

6. Sinergi pustakawan dan pendidik

Para Pustakawan agar menjalin sinergitas dengan pengajar dalam merancang metode pembelajaran aktif untuk meningkatkan keterampilan siswa dan kemampuan berfikir kritis dalam menghadapi era industri 4.0 dan pembelajaran jarak jauh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.