Jelang Pembelajaran Tatap Muka Setelah Vaksin, Perhatikan 5 Hal Ini

Kompas.com - 26/03/2021, 17:36 WIB
Sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka, sekolah perlu melakukan sosialisasi kepada orangtua peserta didik dan komite sekolah untuk mendengar berbagai masukan dan memastikan pembelajaran yang aman untuk siswa. DOK. TANOTO FOUNDATIONSebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka, sekolah perlu melakukan sosialisasi kepada orangtua peserta didik dan komite sekolah untuk mendengar berbagai masukan dan memastikan pembelajaran yang aman untuk siswa.

Oleh: Ranem | Guru SMPN 1 Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

KOMPAS.com - Awal Maret 2021 proses vaksin covid-19 telah meluas dilaksanakan bagi pendidik dan tenaga kependidikan (tendik) yang merupakan kelompok prioritas setelah tenaga kesehatan.

Harapan dari kegiatan vaksinasi ini adalah proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah satu tahun dilaksanakan dapat kembali ke pembelajaran tatap muka (PTM).

Apakah setelah vaksinasi tendik akan kebal terhadap Virus Corona? Menurut ketua ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunizaion) Prof. Sri Rezeki S. Hadinegoro, seseorang tidak akan langsung 100 persen kebal setelah divaksin Covid-19.

Perlu waktu untuk meningkatkan antibodi dalam tubuh. Tapi setidaknya penerima vaksin akan lebih kuat jika ada kemungkinan terpapar lagi covid-19.

Sambil menanti giliran vaksinasi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh satuan pendidikan atau sekolah supaya PTM dapat dilakukan, antara lain:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: PTM Tahap Pertama Dinilai Sukses, Seluruh TK-SMP di Kota Blitar Akan Gelar Belajar Tatap Muka

1. Menjaga kesehatan pribadi

Menjaga kesehatan sebelum divaksin seperti memperhatikan kondisi tubuh dengan cara tidak mengonsumsi minuman beralkohol, menghindari olah raga berlebihan, nutrisi cukup, tidur cukup, dan memberitahu kondisi kesehatan termasuk apabila sedang menjalani pengobatan pada tenaga medis.

Setelah mengikuti vaksinasi, waspada juga akan efek samping apabila ada. Misalnya nyeri dan bengkak di lokasi suntikan, demam, menggigil, lelah, sakit kepala. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk meredakan efek samping tersebut.

2. Menerapkan protokol kesehatan

Tetap menerapkan protokol kesehatan baik secara personal maupun kelembagaan. Secara personal harus ada kesadaran pentingnya mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Secara kelembagaan, lingkungan sekolah perlu menyiapkan kelengkapan sarana pembelajaran tatap muka seperti tempat cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer, thermo gun, tempat duduk berjarak, ruang UKS, kemudahan akses ke puskesmas, dan akses keluar masuk dengan rute tidak berpapasan.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.