Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

5 Hal Ini Perlu Disiapkan Guru Jelang Sekolah Tatap Muka

Kompas.com - 04/04/2021, 17:41 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Woro Sri Hastuti | Dosen Universitas Negeri Yogyakarta

KOMPAS.com - Pemerintah telah mengumumkan sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka terbatas pada tahun ajaran baru yang dimulai pada Juli 2021. Kebijakan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi.

Panduan tersebut mendorong sekolah menyediakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang menerapkan protokol kesehatan dan juga pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Tidak lama lagi sekolah akan kembali kedatangan "tamu istimewa" yang selama ini dirindukan, yaitu siswa tercinta. Ibarat guru adalah tuan rumah dan siswa adalah tamu, maka tuan rumah pasti akan mempersiapkan hidangan kesukaan tamunya.

Salah satu yang perlu dipersiapkan adalah metode sekolah tatap muka terbatas yang efektif. Lalu apa yang perlu dilakukan guru untuk memberikan "jamuan istimewa" kepada tamunya nanti?

Baca juga: Mendikbud: Jangan Paksa Orangtua Agar Siswa Jalani Sekolah Tatap Muka

1. Analisis kompetensi dasar

Sebelum pembelajaran tatap muka terbatas berjalan, guru harus melakukan analisis untuk menemukan kompetensi esensial bagi siswa.

Salah satu caranya adalah menyederhanakan (bukan memadatkan) materi untuk memperpendek waktu pembelajaran.

Hasilnya adalah waktu yang disediakan juga dapat digunakan untuk berbagai aktivitas yang dapat mengembangkan keterampilan hidup siswa.

2. Kenali kemampuan siswa

Pada awal pertemuan PTM terbatas, selama 1-2 minggu siswa diberi pembelajaran dengan materi pengulangan dari yang sudah disampaikan pada saat belajar dari rumah.

Guru perlu mengidentifikasi keterampilan-keterampilan yang sudah dan belum dikuasai siswa. Hasil identifikasi tersebut menjadi bahan materi pembelajaran selanjutnya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+