Kompas.com - 06/04/2021, 17:11 WIB
Panja RUU Praktik Psikologi Komisi X DPR saat datang ke Universitas Gadjah Mada (UGM). Dok. Humas Universitas Gadjah MadaPanja RUU Praktik Psikologi Komisi X DPR saat datang ke Universitas Gadjah Mada (UGM).
|
Editor Dian Ihsan

"Apakah mungkin bisa mengontrol aktivitas mereka jika menggunakan TI yang tidak mengenal batas-batas negara?" tegas Prof. Faturochman.

Sementara itu, masukan juga disampaikan Forkom Fakultas Prodi Psikologi Yogyakarta (AP2TPI Yogyakarta).

Salah satu perwakilannya Siti Urbayatun meminta adanya konsistensi istilah dalam produk perguruan tinggi dan dalam RUU agar tidak terjadi kerancuan. 

Baca juga: Mengenal Prodi Perikanan Tangkap dan Prospek Kerjanya

Selain itu juga perlu ada rumusan secara garis besar tentang batas kewenangan antara tenaga psikologi psikolog, psikolog praktik dengan keahlian khusus, asisten psikolog, dan praktisi psikologi.

Terkait penjaminan mutu, lanjut Siti, perlu adanya standar kompetensi bagi yang akan melakukan praktik.

Hal tersebut dimulai dari uji kompetensi bagi lulusan psikologi sampai pascalulus selama melaksanakan praktik profesi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun pelaksanaan uji kompetensi pasca lulus diserahkan pada masing-masing asosiasi peminta yang ada.

Di samping itu, penerbitan surat tanda registrasi dan surat ijin praktik akan lebih kuat jika diberikan oleh pemerintah daerah.

Kendati demikian harus ada rekomendasi dari organisasi profesi.

Komisi X DPR RI serap aspirasi perguruan tinggi

Ketua Tim Kunjungan Panja RUU Praktik Psikologi Komisi X DPR sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi menambahkan, RUU Praktik Psikologi telah masuk Prolegnas Prioritas 2021.

RUU ini akan dibahas bersama pemerintah meliputi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, serta Kementerian Hukum dan HAM.

Baca juga: Kenali 6 Literasi Dasar yang Perlu Dikuasai dan Manfaatnya

Pihaknya berupaya menyerap aspirasi dan masukan dari para stakeholder.

Salah satunya melakukan kunjungan ke beberapa perguruan tinggi di tanah air, termasuk UGM.

"Kami mohon masukan komperehensif terkait RUU Praktik Psikologi ini," tandas Dede Yusuf.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.