Kompas.com - 14/04/2021, 20:04 WIB
Dinas Pendidikan Jakarta meluncurkan gerakan Gerakan Guru Cerdas (Garudas) secara daring di Jakarta, pada hari Kamis (8/4/2021). Gerakan ini bertujuan mempersiapkan para guru di DKI Jakarta untuk menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas di bulan Juli 2021.
DOK. DISDIK DKI JAKARTADinas Pendidikan Jakarta meluncurkan gerakan Gerakan Guru Cerdas (Garudas) secara daring di Jakarta, pada hari Kamis (8/4/2021). Gerakan ini bertujuan mempersiapkan para guru di DKI Jakarta untuk menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas di bulan Juli 2021.

KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Jakarta meluncurkan Gerakan Guru Cerdas (Garudas) secara daring di Jakarta, pada hari Kamis (8/4/2021). Gerakan ini bertujuan mempersiapkan para guru di DKI Jakarta untuk menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas di bulan Juli 2021.

Garudas sendiri diinisiasi dan merupakan kolaborasi Center for Education Regulations &
Development Analysis (CERDAS), Vox Populi Institute Indonesia, Disdik Provinsi DKI Jakarta, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta serta didukung mitra seperti Epson, Microsoft, Link Net, Rumah Juara, dan Pandi.id.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana menjelaskan, melalui gerakan ini nantinya para guru disiapkan untuk menghasilkan beraneka ragam portofolio siswa.

"Dan di akhir kegiatan ini, mereka akan mendapatkan sertifikat pelatihan selama 96 jam pertemuan dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta," jelas Nahdiana saat membuka acara.

Baca juga: Sosok Guru Tunanetra, Raih Beasiswa dan Jadi Guru Agama Berprestasi

Guru mengajar luring dan daring

Hal senada disampaikan Nur Pawaidudin, Kabid Madrasah Kanwil Kemenag DKI Jakarta.“Gerakan ini sangat terbuka dan transparan, siapapun pendidik di wilayah DKI Jakarta dapat ikut serta baik di madrasah maupun sekolah," ujar Nur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia melanjutkan, "yang paling menggembirakan adalah gerakan ini merupakan gerakan bersama sehingga tidak membebani pihak manapun baik dari segi anggaran, waktu, maupun energi, karena seluruhnya dilaksanakan secara daring dan sangat fleksibel."

Indra Charismiadji, salah satu penggagas Gerakan Guru Cerdas (Garudas) menyebut pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas akan menimbulkan masalah baru karena pendidik dituntut untuk mengajar dengan 2 (dua) model secara bersamaan yaitu daring dan luring.

"Sedangkan kita tahu untuk satu model daring saja para guru sangat kewalahan. Untuk itu mereka harus diberikan pembekalan pedagogi digital dan dibimbing untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan paradigma baru,” ungkap Indra.

Indra berharap, Gerakan Guru Cerdas dapat bentuk kepedulian bersama dengan tujuan membekali para pendidik di wilayah Provinsi DKI Jakarta untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan paradigma baru yaitu pembelajaran berbasis proyek.

Ia mengatakan, "ini menjadi bentuk yang paling tepat dalam model tatap muka terbatas karena tidak ada lagi guru yang berceramah saja, memberi tugas per mata pelajaran, maupun evaluasi dalam bentuk tes/ujian."

Tidak hanya vaksinasi

 

Di sisi lain, Indra mengingatkan bahaya jika penyelenggaraan pembelajaran tatap muka secara terbatas di bulan Juli hanya menggantungkan diri pada vaksinasi para pendidik.

“Selama PJJ berlangsung, kami sudah berhasil mentransformasi banyak sekolah untuk mengimplementasikan pembelajaran dengan paradigma baru sehingga learning loss yang sering disebut oleh Kemendikbud dapat diubah menjadi learning gain," ujarnya.

Indra menyampaikan, pandemi tidak pandemi siswa tetap harus dididik dengan baik dan sesuai dengan zamannya. "Kalau Kemendikbud tidak bergerak, kami harus proaktif melakukan perubahan. Jika di DKI sukses, maka akan diimplementasikan di daerah-daerah lain,” imbuh Indra.

Dalam kesempatan tersebut Indra juga menjelaskan kegiatan ini akan dilaksanakan selama seratus hari dari awal April sampai pertengahan Agustus 2021. Para guru akan dibagi menjadi 6 (enam) kelompok berdasarkan tingkat sekolah yaitu: KB-TK, SD kelas 1-3, SD kelas 4-6, SMP, SMA, dan SMK.

Baca juga: Rakernas IGI 2021, IDE: Perkuat Kompetensi Guru lewat Kolaborasi dan Teknologi

"Gerakan ini merupakan gerakan bersama yang sama sekali tidak menggunakan APBN, tidak menggunakan APBD, tidak menggunakan dana sekolah atau guru, tidak ada pungutan sama sekali," tegas Indra.

"Semuanya dilaksanakan secara pro bono, hanya didukung para donatur serta relawan yang sangat peduli dengan peningkatan mutu pendidikan dan menghindari adanya Lost Generation akibat pengelolaan pendidikan yang semrawut selama pandemi," pungkasnya.

Pendaftaran Gerakan Guru Cerdas (Garudas) dapat diakses melalui tautan: https://s.id/PendaftaranGarudas



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.