Hardiknas 2021, UT Ingatkan soal Membangun Akses Pendidikan Tinggi dari Pinggiran

Kompas.com - 04/05/2021, 09:40 WIB

Ia mengingatkan hal ini tidak serta merta dapat tercapai jika tidak menyiapkan bonus demografi dengan pendidikan, kreativitas, inovasi dan produktivitas tinggi.

"Kalo itu tidak kita siapkan, maka yang terjadi bonus demografi itu akan lewat begitu saja dan kita akan terperangkap dalam kelompok negara berpenghasilan menengah atau middle income trap," ujarnya.

Salah satu tantangan mewujudkan hal ini, tambah Prof. Nizam, datang dari dunia pendidikan.

Ia memberikan perbandingan, Koreas Selatan menyiapkan bonus demografi dengan 67 persen angkatan kerja dari pendidikan tinggi, sedangkan di Indonesia baru mencapai 10 persen dari angkatan kerja masuk pendidikan tinggi.

"(Angkatan kerja Indonesia) masih rata-rata lulusan SD dan SMP di tengah transformasi sosial dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang luar biasa," tambahnya.

"Capaian pendidikan masih jauh dari potensi untuk menjadi negara yang maju. Tentunya ini tidak akan mematahkan semangat kita, namun ini menjadi pelecut bagi kita untuk nekerja lebih keras lagi mewujudkan SDM yang unggul," kata Dirjen Dikti.

Untuk mewujudkan hal itu, Nizam menyampaikan Kemendikbud mendorong program Merdeka Belajar dengan melibatkan tri sentra pendidikan yang terdiri dari sekolah, keluarga dan masyarakat.

"Tidak hanya masuk ke sekolah tetapi terjadi juga pembelajaran. Banyak sekali penelitian menunjukkan pembelajaran di dalam kelas intesitasnya masih sangat rendah sehingga nilai literasi, numerasi anak-anak kita masih sangat rendah," ungkapnya.

Baca juga: Hardiknas: Mewujudkan Merdeka Belajar Pascapeleburan Kemendikbud dan Ristek

Akses pendidikan tinggi

Menjawab tantangan ini, Prof. Nizam menjelaskan Ditjen Dikti menyusun beberapa strategi utama, antara lain; meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, menguatkan mutu dan relevansi pendidikan tinggi, menguatkan mutu dosen dan tenaga pendidik serta menguatkan sistem tata kelola ditjen dikti.

"Untuk itu kita perlu memperkuat dan mentransformasi Universitas Terbuka sehingga layanan pendidikan berkualitas dari Sabang sampai Merauke bisa kita jangkau. Serta anak-anak kita dari Savang sampau Merauke bisa mempunyai akses pada dosen-dosen terbaik dari perguruan-perguruan tinggi terbaik," harapnya.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.