BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Huawei

Belajar di Rumah dengan Tablet Jadi Lebih Seru dengan 5 Aplikasi Edukasi Ini

Kompas.com - 05/05/2021, 15:23 WIB
Untuk dapur pacu, Huawei MatePad menggunakan prosesor Kirin 810 yang mampu memberikan performa tinggi dan anti-lagging. DOK. SHUTTERSTOCKUntuk dapur pacu, Huawei MatePad menggunakan prosesor Kirin 810 yang mampu memberikan performa tinggi dan anti-lagging.
|

 

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar bagi dunia pendidikan. Jika biasanya peserta didik mengikuti proses belajar mengajar di ruang kelas secara tatap muka, kini mereka harus menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara virtual.

Dalam pelaksanaan PJJ, teknologi digital memiliki peran besar. Kehadirannya bak bahtera di tengah banjir bandang. Dengan teknologi digital, peserta didik jadi punya lebih banyak kesempatan untuk menambah pengetahuannya secara luas.

Pasalnya, beragam aplikasi edukasi dapat dimanfaatkan untuk membantu kegiatan belajar di rumah. Jadi, peserta didik bisa menerapkan metode belajar blended learning secara mandiri.
Berikut lima aplikasi atau platform digital yang menjadi rekomendasi.

1. Ruangguru

Ruangguru merupakan aplikasi atau platform pembelajaran berbasis kurikulum sekolah yang memanfaatkan media video interaktif dan animasi.

Secara spesifik, Ruangguru mengembangkan layanan kelas virtual, platform ujian online, video belajar berlangganan, marketplace les privat, dan menyediakan konten-konten pendidikan yang bisa diakses melalui website serta aplikasi di gadget.

Diberitakan Kompas.com, Minggu (19/4/2020), Ruangguru memiliki lebih dari 15 juta pengguna dan mengelola 300.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Google Classroom

Dalam pelaksanaan PJJ, banyak sekolah memanfaatkan Google Classroom sebagai ruang kelas online.

Pasalnya, Google Classroom menyediakan beragam fitur yang memudahkan guru untuk membuat kelas, mengundang siswa untuk masuk ke dalam kelas, dan mengirimkan tugas.

Tak hanya itu, Google Classroom juga memudahkan guru dalam memberikan penilaian secara virtual. Ada dua sistem penilaian yang tersedia, yakni penilaian total poin dan penilaian berdasarkan kategori.

3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Kesulitan memahami makna kata, frasa, dan ungkapan dalam bahasa Indonesia yang jarang ditemui? Tak perlu risau karena siswa dapat memanfaatkan aplikasi KBBI online dalam genggaman.

Selain itu, aplikasi KBBI juga bisa dijadikan rujukan untuk mencari sinonim atau antonim sebuah kata. Jadi, tugas mengarang atau membuat cerita dalam mata pelajaran bahasa Indonesia akan lebih mudah dengan bantuan aplikasi ini.

4. Indonesian English Translate

Dalam mempelajari bahasa asing, seperti bahasa Inggris, siswa biasanya membutuhkan bantuan guru untuk menerjemahkan beberapa kata atau kalimat yang tidak mereka ketahui.

Namun, hal itu sukar dilakukan dalam pembelajaran virtual karena siswa tidak bertatap muka secara langsung dengan guru.

Kendati demikian, siswa dapat memanfaatkan beragam aplikasi belajar bahasa Inggris dari gadget mereka. Salah satunya, Indonesian English Translate yang memiliki fitur terjemahan secara otomatis lengkap dengan informasi fonetik atau cara membaca kata tersebut.

Ada pula fitur text to voice yang bisa pengguna manfaatkan dengan melafalkan sebuah kata dan aplikasi akan menghasilkan terjemahan berbentuk audio.

5. Wikipedia

Wikipedia merupakan sebuah platform ensiklopedia multibahasa yang dapat diakses secara terbuka. Selain dapat membaca ribuan bahkan jutaan informasi yang tersedia, pengguna Wikipedia juga dapat menambah dan menyunting ragam artikel yang ada di dalamnya.

Itulah lima aplikasi edukasi yang bisa siswa manfaatkan guna membantu kegiatan belajar di rumah. Untuk menunjang kegiatan belajar agar lebih menyenangkan, siswa juga bisa memanfaatkan gadget canggih yang banyak tersedia di pasaran.

Adapun salah satu gadget yang bisa digunakan adalah komputer tablet. Komputer tablet terbilang ideal karena ukuran layar yang cukup besar dan mudah dioperasikan.

Ambil contoh tablet produksi pabrikan asal China, Huawei MatePad. Tablet ini menyediakan layar FullView seluas 10,4 inci dengan rasio screen-to-body mencapai 84 persen.

Dengan layar seluas itu, siswa jadi lebih leluasa memandang layar. Kelima aplikasi tersebut pun dapat diunduh dari AppGallery dan digunakan pada tablet Huawei yang dapat menjadi perangkat penunjang bagi pelajar untuk sekolah dari rumah.

Untuk dapur pacu, Huawei MatePad menggunakan prosesor Kirin 810 yang mampu memberikan performa tinggi dan anti-lagging.

Tablet Huawei juga menggunakan ultimate design dengan tampilan layar penuh, tapi ringan dan mudah dibawa. Kemudian, terdapat pula teknologi immersive visual and audio dengan hadirnya quad channel dan quad speaker.

Dengan spesifikasi tersebut, tak heran bila banyak orang tertarik dengan tablet Huawei dan meningkatkan penjualan secara global.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (28/4/2021), penjualan tablet Huawei terus tumbuh pesat dari 2018-2021.

Pada 2018, Huawei berhasil menjual 9 juta unit dan naik 50 persen year-on-year (YoY). Kemudian, secara berturut-turut, pada 2019 menjadi 11,1 juta (23 persen YoY), 2020 menjadi 15,3 juta (36 persen YoY), dan 2021 adalah 16,3 juta (8 persen YoY).

Bahkan, menurut International Data Corporation (IDC), total tablet Huawei dan Honor yang dikirim ke seluruh dunia mencapai 16 juta unit pada 2020. Hal itu menjadikan Huawei bertengger di posisi keempat sebagai produsen tablet terbanyak di dunia dengan pangsa pasar 9,8 persen.

Salah satu faktor yang mendukung peningkatan penjualan tersebut adalah hadirnya ekosistem Huawei Mobile Service (HMS).

Saat ini, HMS berkembang pesat di Tanah Air dengan melibatkan 90 persen aplikasi lokal di AppGallery.

Salah satunya adalah aplikasi Ruangguru yang menjadi aplikasi edukasi yang paling banyak digunakan di HMS. Tak hanya Ruangguru, aplikasi Google Classroom, KBBI, Kamus Bahasa Inggris–Bahasa Indonesia, dan Wikipedia juga tersedia di AppGallery milik Huawei.

Selain aplikasi pembelajaran, terdapat pula ragam aplikasi dari berbagai kategori yang dapat diunduh secara gratis di AppGallery.

Mulai dari aplikasi perbankan lokal, seperti BNI Mobile Banking, BCA Mobile, OCTO Mobile, BSI, dan Livin by Mandiri, aplikasi e-commerce, seperti Blibli, JD.ID, Tokopedia, Bukalapak, serta Shopee, hingga aplikasi hiburan yang meliputi iflix dan Vidio.

Selain itu, aplikasi top lainnya yang dapat digunakan dan diunduh pada tablet Huawei melalui AppGallery adalah platform transportasi My BlueBird dan Grab.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.