Kompas.com - 25/05/2021, 19:29 WIB
Ilustrasi para pekerja di industri  migas sedang melaksanakan pekerjaannya di lapangan. SHUTTER STOCKIlustrasi para pekerja di industri migas sedang melaksanakan pekerjaannya di lapangan.

KOMPAS.com - Meski saat ini telah ada energi baru dan terbarukan, namun konsumsi energi yang berasal dari migas dinilai tetap akan tinggi bahkan mungkin akan meningkat.

Hal tersebut dipaparkan oleh akademisi Unair Didik Sasono Setyadi pada webinar yang diadakan oleh Direktorat Pengembangan Karier, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) Universitas Airlangga, Kamis (20/05/2021).

“Kebutuhan minyak secara volume akan tetap meningkat meskipun energi baru dan terbarukan peningkatannya akan luar biasa. Industri migas di Indonesia akan tetap tumbuh,” jelas Didik.

Semakin tingginya konsumsi energi primer yang digunakan untuk menghasilkan listrik pada abad ini, lanjut Didik, menjadikan industri minyak dan gas (migas) menjadi lapangan yang cukup menjanjikan untuk berkarier di masa depan.

Baca juga: Universitas Pertamina Buka 15 Jenis Beasiswa 2021 bagi Lulusan SMA/SMK

“Yang namanya industri untuk menciptakan energi atau untuk memproduksi energi itu menjadi industri yang sangat vital, menjadi industri yang semakin besar,” jelasnya seperti dirangkum dari laman Unair.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menegaskan, ketika suatu industri menjadi industri yang sangat penting dan besar, otomatis akan terdapat peluang yang besar pula untuk bekerja dan berprestasi.

“Ini membutuhkan sumber daya manusia yang hebat untuk mengelolanya,” terang Kepala Divisi Hukum SKK Migas itu.

Didik menjelaskan bahwa penggunaan energi untuk kegiatan-kegiatan yang produktif membuktikan bahwa negara sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang meningkat.

"Jika suatu negara hanya membutuhkan energi yang kecil artinya negara tersebut tidak sedang tumbuh atau tidak sedang berkembang," lanjutnya.

Baca juga: 3 Jalur Masuk UI Ini Tawarkan Beasiswa dan Penyesuaian Biaya Kuliah

Konsumsi minyak di Indonesia dikatakannya mengalami kecenderungan untuk meningkat sebagai konsekuensi dari negara yang menuju status negara maju.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.