Kompas.com - 28/05/2021, 13:47 WIB

KOMPAS.com - Tim Inovasi Mitigasi Covid 19 Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil memproduksi handsanitizer yang diyakini lebih stabil dan efektif memberikan perlindungan dari kuman.

Saat ini, produk handsanitizer itu masih dipakai untuk internal kampus.

Ketua Tim Inovasi Mitigasi Covid 19 Universitas Sumatera Utara (USU), Apt. Imam Bagus Sumantri mengatakan ide memproduksi handsanitizer berawal keinginan mereka untuk memproduksi handsanitizer yang sifatnya lebih stabil dan efektif memberikan perlindungan.

"Jadi produk kita ini bisa memberikan perlindugan 99 persen terhadap kuman terutama di tangan karena tangan merupakan organ tubuh yang selalu bersentuhan dengan apapun," ungkap Imam Bagus Sumantri melalui rilis resmi (28/5/2021)

Didampingi Apt. Henny Sri Wahyuni, Apt. Lia Laila, Apt. Sri Yuliasmi, dan drg. Rika Rika Mayasari Alamsyah,  Imam Bagus menjelaskan produk handsanitizer yang mereka produksi telah melalui beberapa pengujian.

Baca juga: Kampus Merdeka, Universitas Moestopo dan ISBI Bandung Kolaborasi Pembelajaran

 

Hasilnya, handsanitizer yang mereka produksi lebih stabil dibanding handsanitizer lainnya.

"Kestabilan itu akan terus tetap terjaga walaupun kondisinya dalam panas ekstrim atau pun bisa dikatakan kondisinya tidak sesusai dengan peyimpanan, tapi kadar alkohol di dalam tetap kami upayakan setinggi 70 persen," bebernya.

"Jadi kami beberapa kali melakukan pengujian kadar alkohol tetap stabil di angka 70 persen," tambah Imam Bagus.

Ke depan, lanjut Imam, handsanitizer ini sudah siap untuk diproduksi secara massal dan bisa digunakan masyarakat dengan harga terjangkau.

"Saat ini masih pemakaian secara internal, namun sudah kita merkdagangkan ke Kemenkumham dan kita sudah melakukan namanya izin edar dari kemenkes," ujar Imam.

"Sebelumnya kita bekerjasama produksi secara massal skala industi bekerjasama dengan salah satu industri punya alumni sehingga bisa produksi 1000 liter atau setara dengan 10 ribu botol. Namun penggunaan masih digunakan secara internal (di lingkup USU)," pungkas Imam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.