Kompas.com - 06/06/2021, 22:36 WIB
Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja Biro Humas Kementerian Kelautan dan PerikananKepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja

Sementara itu, target berikutnya adalah meminimalisasi dan mengatasi dampak pengasaman laut, mengatur dan menghentikan penangkapan ikan yang berlebihan, serta melestarikan setidaknya 10 persen dari wilayah pesisir dan laut.

Berikutnya, melarang bentuk-bentuk subsidi perikanan tertentu yang berkontribusi pada penangkapan ikan berlebihan dan meningkatkan manfaat ekonomi dari penggunaan sumber daya ikan berkelanjutan.

Baca juga: Sinergi Swasta dan Pemerintah dalam Memastikan Pencapaian SDGs di Tengah Pandemi

Target selanjutnya, yaitu meningkatkan pengetahuan ilmiah pengembangan kapasitas penelitian dan alih teknologi kelautan serta mengimplementasikan dan penegakan hukum laut internasional.

Kesehatan laut Indonesia

Sjarief menegaskan, laut yang sehat akan memberikan kehidupan untuk manusia. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak, khususnya perguruan tinggi, untuk bergerak bersama menghadapi tantangan-tantangan dalam mengelola ekosistem laut dan pesisir Indonesia.

Untuk diketahui, saat ini, Indeks Kesehatan Laut Indonesia (IKLI) hanya bernilai 65 atau di bawah rata-rata global. Indeks ini mengukur 10 komponen, yakni ketersediaan pangan, akses melaut bagi perikanan skala kecil, produk bahan alam, penyimpanan karbon, perlindungan pesisir, mata pencaharian di wilayah pesisir dan ekonomi, pariwisata dan rekreasi, perlindungan habitat dan wilayah, perairan yang bersih, serta biodiversitas. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berkaca pada hasil tersebut, Sjarief menilai perlu ada suatu upaya untuk meningkatkan nilai IKLI.

Sebagai negara tropis, Indonesia merupakan sumber pelepasan karbon secara alami karena dapat menyerap panas yang cukup besar. Dibandingkan dengan Laut Flores atau Banda, Laut Jawa melepaskan karbon lebih besar.

Baca juga: Peringati Hari Nusantara, Menko Luhut Sebut Laut Indonesia Belum Digarap Optimal

Oleh sebab itu, penting untuk menyeimbangkan laut Indonesia sebagai sumber pelepasan karbon dengan menjaga kesehatan laut.

Selain itu, ekosistem pesisir, seperti bakau dan lamun, juga merupakan ekosistem yang perlu dijaga kelestariannya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.