Kompas.com - 06/06/2021, 22:36 WIB
Simposium Nasional VIII serta Internasional IV Kelautan dan Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin itu bekerja sama dengan Universiti Malaysia Terengganu. Humas Kementerian Kelautan dan PerikananSimposium Nasional VIII serta Internasional IV Kelautan dan Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin itu bekerja sama dengan Universiti Malaysia Terengganu.

Pasalnya, ekosistem ini memiliki kemampuan efektif dalam mengontrol perubahan iklim dan menjaga sumber daya perikanan. Dapat dikatakan bahwa ekosistem pesisir memiliki co-benefits yang dapat dimaksimalkan untuk menunjang ekonomi biru.

Sjarief menjelaskan, kegiatan-kegiatan yang terjadi di darat secara langsung akan berdampak terhadap seluruh kehidupan di laut.

“Limbah industri pertanian dan rumah tangga juga berperan dalam pencemaran laut karena belum sempurnanya sistem pengolahan air limbah. Selain itu, keberadaan sampah plastik di lautan juga menjadi masalah sendiri. Ini adalah beberapa tantangan yang kita hadapi," jelas Sjarief.

Baca juga: Hidup Kita Dikelilingi Limbah B3, Sadarkah?

Atas dasar itulah, konsep blue economy harus konsisten dengan kesehatan laut. Salah satunya dengan melakukan pengukuran kesehatan laut. Ia berharap, Universitas Hasanuddin dan Universiti Malaysia Terengganu dapat bekerja sama untuk mengembangkan hal ini.

“Butuh inovasi dan kreativitas untuk mengatasi tantangan dalam mewujudkan laut yang sehat, bersih, tangguh, aman, dan produktif,” imbuh Sjarief.

Prioritas KKP

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai terobosan dalam pelaksanaan program ekonomi biru, Menteri Trenggono turut menggaungkan tiga prioritas KKP pada 2021-2024.

Ketiga prioritas tersebut, yakni peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari subsektor perikanan tangkap, pengembangan perikanan budidaya, serta pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal, seperti kampung lobster, lele, nila, kakap, dan rumput laut.

Guna mewujudkan program tersebut, KKP melaksanakan perencanaan penataan pengelolaan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).

Perencanaan tersebut menjadikan WPPNRI 714 sebagai kawasan spawning and nursery ground untuk memberikan kesempatan komoditas unggulan tumbuh dan berkembang biak serta meningkatkan komoditas perikanan budidaya untuk ekspor.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.