Kompas.com - 09/06/2021, 12:05 WIB

Berdasarkan tiga pijakan itu, didapati bahwa konsep dan proposisi komunikasi efektif, yakni aspek penyesuaian antara komunikator dan komunikan, merupakan fenomena normal komunikasi manusia yang secara dramatis dapat memaksimalkan pencapaian proses komunikasi efektif.

Baca juga: Meningkat Pesat, Peserta UTBK SBMPTN 2021 di UPI Naik 94,39 Persen

“Kemudian, situasi dan hubungan sosial antara komunikator dengan komunikan, terutama dalam ruang lingkup kerangka rujukan, merupakan faktor kunci bagi terciptanya komunikasi efektif,” jelas Edi.

Selanjutnya, tambah dia, kebersamaan makna atau pengertian bersama antarpribadi sebagai suatu fungsi orientasi persepsi, sistem kepercayaan, dan gaya komunikasi juga menjadi kunci terciptanya komunikasi yang efektif.

“Terakhir, hubungan interpersonal akan berlangsung baik apabila antarindividu bisa memiliki kesesuaian sikap kepribadian,” paparnya.

Model komunikasi yang bisa dikembangkan

Edi menyebutkan, pengaruh positif komunikasi anak dengan orangtua dan guru di lingkungan masing-masing terhadap kemampuan berpikir kreatif telah menempatkan ilmu komunikasi sebagai faktor paling signifikan.

Baca juga: Daftar Lengkap Daya Tampung 74 Prodi UPI Jalur SBMPTN 2021

“Orangtua menjadi faktor signifikan pertama dan guru menjadi faktor signifikan kedua dalam dunia pendidikan, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Keduanya memiliki peran krusial dalam mengembangkan kemampuan berpikir anak,” jelasnya.

Terkait fungsi penting itu, efektivitas komunikasi pendidikan tidak lupa mengacu kepada gaya komunikasi yang berlangsung di dalamnya.

Untuk itu, dalam konteks komunikasi pendidikan, ada tiga gaya yang dapat dikembangkan, yakni komunikasi instruksional, komunikasi partisipatif, dan komunikasi medelegasi.

Ketiganya bersifat fleksibel, artinya tidak ada satu pun gaya yang paling efektif. Efektif atau tidaknya sangat bergantung pada frame of reference yang diberikan komunikan.

Baca juga: Soal Peta Jalan Pendidikan Indonesia, Rektor UPI: Sangat Urgen, tapi Harus Komprehensif

“Usaha untuk menciptakan suasana komunikasi efektif bagi perkembangan kemampuan berpikir kreatif anak tergantung niat dan inisiasi orangtua serta guru. Melalui komunikasi yang baik, keduanya bisa membina kemampuan berpikir kreatif anak,” jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.