Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Program "Guru Penggerak", YPA-MDR Perkuat "Guru Muda Garda Depan"

Kompas.com - 30/06/2021, 09:46 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis


KOMPAS.com - Meski hampir satu setengah tahun lebih sekolah menjalan pembelajaran jarak jauh sebagai dampak pandemi global Covid-19, peran guru tidak menjadi lebih ringan.

Sebaliknya, tantangan teknologi atau keterbatasan akses justru mendorong guru harus meningkatkan kompetensinya agar tugas pendidikan yang diembannya tidak menjadi tertinggal karena pandemi.

Hal ini mendorong Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA-MDR) menggelar webinar "Membangun Sinergitas, Membangun Pendidikan Indonesia " dan workshop bagi para guru pada 24 Juni 2021. 

"Dalam masa pandemi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pembinaan dan pendampingan. Semua pembinaan kami modifikasi dengan cara new normal," ungkap Ketua Pengurs YPA-MDR, Herawati Prasetyo.

Herawati menegaskan," apapun yang terjadi kami harus tetap melakukan apa yang harus kami lakukan. Di era new normal ini tidak mengurangi dan semangat kami terhadap sekolah binaan kami."

Herawati mengungkapkan kebangaannya, meski dalam keadaan terbatas banyak para guru tetap meraih prestasi. 

Herawati menjelaskan, dalam rangka mewujudkan "pride of the nation" dan komitmen memajukan pendidikan inilah yang kemudian mendorong PT. Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) kembali melakukan Program Guru Muda Garda Depan (GMGD).

"Saat ini kami melakukan training GMGD batch ke-2 dan akan mengirim guru-guru muda ini ke Rote Ndau agar sekolah-sekolah ini dapat menjadi sekolah unggul. Program ini selaras dengan Program Guru Penggerak Kemendikbud," jelas Herawati. 

Baca juga: Para Guru, Mari Tetap Bersyukur di Masa Pembelajaran Daring...

Selaras program "Guru Penggerak"

Program ini diselenggarakan dalam rangka terciptanya misi besar YPA-MDR untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah prasejahtera dengan menghadirkan guru-guru muda yang mempunyai kompetensi dan idealisme memajukan pendidikan di Indonesia”.

Program ini merupakan salah satu upaya kami untuk menjadikan Kecamatan Rote Barat menjadi “Kecamatan Cerdas Berprestasi” serta akselerasi sekolah unggul.

Kehadiran guru-guru muda ini diharapkan menghasilkan peserta didik yang berkualitas dalam bidang akademik, berkarakter positif dan mempunyai kecakapan hidup serta melestarikan seni budaya daerahnya.

Alumni Program GMGD angkatan pertama, Henry Alvredh mengungkapkan banyak sekali manfaat yang didapat setelah mengikuti program guru muda dari YPA-MDR ini.

"Berbagai inovasi kami lakukan untuk dapat meningkatkaan kemampuan siswa dan memberikan dampak positif terhadap kemajuan pendidikan di sekolah," harap Herawati.

Sebelumnya, proses perekrutan dan seleksi dilakukan pada bulan Mei dan terpilih sebanyak 16 orang peserta sebagai angkatan kedua GMGD.

Para peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan secara intensif meliputi berbagai materi utama yaitu school collaboration system (SCS), pedagogi, karakter, profesionalisme guru, kurikulum 2013 dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bekerja sama dengan berbagai narasumber kompeten.

Peran "Guru Muda Garda Depan"

Dalam kesempatan sama, Sekretaris YPA-MDR Kristanto mengungkapkan saat ini, YPA-MDR telah membina 110 sekolah (jenjang SD, SMP dan SMK/SMA) yang tersebar di 13 kabupaten, yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Serang, Tangerang, Bogor, Majalengka, Kapuas, Kutai Barat, Barito Utara, Bantul, Gunung Kidul, Pacitan, Kupang dan Rote Ndao.

"Sebagai pelaksana kontribusi social berkelanjutan bidang pendidikan dengan membina sasaran sekolah-sekolah di daerah prasejahtera atau 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) di Indonesia dan menjadi wujud dari pilar Astra untuk Indonesia Cerdas," tambah Kristanto.

Lebih jauh ia menjelaskan, pola pembinaan yang dilakukan YPA-MDR berbasis pada 4 pilar utama yang meliputi Pilar Akademis, Pilar Karakter, Pilar Kecakapan Hidup dan Pilar Seni Budaya.

Tidak hanya itu, YPA-MDR juga memberikan bantuan berupa sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga: Guru Besar UNY: Deteksi Dini Potensi Anak Bisa Optimalkan Prestasi

Terkait GMGD, Kristanto menyampaikan ada beberapa peran penting yang diemban, yakni:

  • Mitra Sekolah: Guru Muda bukan narasumber, tetapi sebagai salah satu mitra sekolah untuk bekerja sama memajukan sekolah.
  • Pendamping: Menjadi Guru sekaligus tutor bagi guru dan/atau kepala sekolah dalam implementasi materi pelatihan di sekolah.
  • Inisitor: Guru muda harus paham terhadap setiap kebijakan pendidikan dan perkembangan informasi/teknologi terbaru, sehingga bisa mengarahkan sekolah untuk selangkah lebih maju.
  • Agen Ganda: Selain sebagi mitra sekolah, Guru Muda juga merupakan perpanjangan tangan dari YPA-MDR (PIC in charge) dan narasumber pertama.
  • Fasilitator: Guru Muda akan berperan sebagai fasilitator dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

"Melalui program Guru Muda Indonesia, YPA-MDR menargetkan adanya perubahan sikap positif siswa, guru, kepala sekolah, dan berbagi aktor pendidik terkait," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com