KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) kembali mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan (LK) Tahun 2020.
Hal itu menandai prestasi Kemendikbud Ristek yang sudah mendulang WTP atas LK sebanyak delapan kali.
Menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI), mereka tidak melihat adanya salah saji yang bersifat material dan telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang bersifat umum secara baik.
Untuk itu, BPK memiliki keyakinan yang memadai bahwa LK Kemendikbud Ristek Tahun 2020 memperoleh opini WTP.
Baca juga: Kemendikbud Ristek Buka 10.447 Formasi CPNS 2021, Cek di Sini
Pemberian opini WTP tersebut disampaikan oleh Anggota VI BPK RI Harry Azhar Azis dalam agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LK Kemendikbud Ristek yang dilakukan secara daring, Rabu (30/6/2021).
Adapun pemberian opini WTP didasarkan pada empat kriteria, yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian intern.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan, acara penyerahan LHP atas LK Kemendikbud Ristek memberikan arti penting wujud nyata dan komitmen bersama untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta transparan dalam pengelolaan keuangan negara.
Baca juga: Kembangkan Urban Farming, Mahasiswa UKDW Raih Hibah Kemendikbud Ristek
“Alhamdulillah berkat kerja keras semua jajaran Kemendikbud Ristek dan masukan perbaikan dari BPK RI laporan keuangan tersebut mendapat opini WTP yang kedelapan kali,” ujar Nadiem melalui keterangan pers resmi, dikutip Kompas.com, Rabu (7/7/2021).
Menurut dia, opini WTP itu memberikan semangat bagi seluruh jajaran Kemendikbud Ristek untuk selalu meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan barang milik negara (BMN) dalam mendukung peningkatan mutu serta akses pendidikan di seluruh Tanah Air.
Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan, pada 2020, Kemendikbud Ristek telah merealisasikan anggaran Rp 79,06 triliun atau 91,52 persen dari pagu sebesar Rp 86,39 triliun yang sebagian besar dimanfaatkan untuk membiayai program prioritas.
Baca juga: Siswa Penerima KIP, Kemendikbud Ristek Perbarui Skema Penyaluran Dana
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.