Kompas.com - 21/07/2021, 20:04 WIB
Mahasiswa Unair Ciptakan Masker Antibakteri-Antivitrus dari Kulit Udang Dok. Unair NewsMahasiswa Unair Ciptakan Masker Antibakteri-Antivitrus dari Kulit Udang

KOMPAS.com - Hadirkan inovasi Chitomask, yakni produk masker kain filter antibakteri dan antivirus yang ramah lingkungan dari limbah kulit udang, lima mahasiswa Universitas Airlangga lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) dan mendapatkan pendanaan dari Dirjen Dikti Kemendikbud-Ristek RI pada 2021.

Kelima mahasiswa itu adalah Reza Istiqomatul Hidayah mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK 2017), Muhammad Rizky Widodo dan Salsabila Farah Rafidah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM 2018).

Ada pula Ardelia Bertha Prastika mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK 2019) dan Firman Hidayat mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST 2019).

Baca juga: Cerita Siswi SMK Ranking Ke-33 di Kelas yang Lolos Masuk UI

Masker dengan proteksi lebih

Dilansir dari laman instagram Chitomask, Chitomask diklaim bisa memberikan proteksi tambahan dengan filternya yang memiliki kemampuan antivirus dan antibakteri.

Terutama komposisi bahannya yang biodegradable atau mudah terurai secara alami sehingga bisa meminimalkan limbah masker saat pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ardelia Bertha Prastika selaku CEO mengatakan bahwa produknya bisa terurai dalam kurun waktu yang pendek.

“Chitomask ini tidak merusak lingkungan, untuk terurainya pun paling lama satu bulan,” ucapnya seperti dirangkum dari laman Unair, Rabu (21/7/2021).

Dalam prosesnya, Ardelia mengaku tahap pra-produksi dan produksi membutuhkan waktu lima hari.

“Sebelum PKM kami didanai, kami sudah meneliti kain apa yang compatible untuk filter. Jadi prosesnya kitosan (limbah kulit udang, Red) dibuat gel terlebih dahulu hingga menunjukkan warna bening dan konsentratnya mengental. Jika dihitung dari tahapan pembuatan gel hingga coating itu tiga hari. Sedangkan produksi filter memakan waktu dua hari, hari pertama pelarutan kitosan dan hari kedua pengovenan,” imbuh Ardel.

Baca juga: Beasiswa BRI Peduli 2021 bagi Mahasiswa S1: Biaya Pendidikan dan Uang Saku

Lebih lanjut, tim Chitomask menyebut beberapa keunggulan kitosan, antara lain senyawanya tidak beracun, tidak mengandung protein pemicu alergi, sebagai bahan alami yang biokompatibilitas, bioaktivitas dan keamanan biologis yang tinggi.

Tim juga turut mendukung beberapa ketercapaian SDGs, salah satunya SDGs ke-14 mengenai life below water yang mencegah segala bentuk polusi kelautan.

Produk dengan tagline #LindungiKamudanBumimu memiliki range harga mulai Rp 15.000 hingga Rp 32.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.