Kompas.com - 08/08/2021, 16:43 WIB
|

KOMPAS.com - Selama mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena kondisi pandemi Covid-19, baik guru dan orangtua didorong untuk kreatif.

Hal ini bertujuan agar anak tidak mengalami kejenuhan yang berujung tidak memiliki motivasi lagi. Motivator Character Building Nasional H. Aris Ahmad Jaya menerangkan, masyarakat harus mampu merespons kondisi di era pandemi Covid-19 saat ini dengan kecerdasan.

Menurut Aris, ada beberapa trik dan tips peran orangtua dalam meminimalisir learning loss pada anak selama mengikuti PJJ.

Berikut 5 tips bagaimana peran orangtua dalam meminimalisir learning loss, khususnya dalam karakter anak.

Baca juga: Kisah Mauradiva, Berhasil Lolos Ikut Pertukaran Mahasiswa ke Polandia

Tips bagi orangtua agar meminimalisir learning loss

1. Kebutuhan anak

Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang dilakukan Aris, anak membutuhkan apresiasi. Walaupun dalam kondisi PJJ, mengapresiasi proses itu jauh lebih penting dari sekedar mengapresiasi hasil akhir.

"Apresiasi anak-anak dengan kata-kata positif seperti ungkapan terima kasih. Sebutkan apa yang disukai lalu berikan alasan mengapa layak diapresiasi. Lalu doakanlah anak-anak kita. Ini berlaku juga bagi guru-guru di sekolah," ujar Aris seperti dikutip dari laman Direktorat SD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Minggu (8/8/2021).

2. Kebersamaan waktu berkualitas, bukan sekedar kuantitas

Waktu yang banyak saat bersama belum tentu membersamai. Orangtua harus membangun momentum seperti makan, menonton dan diskusi bersama.

Baca juga: 9 Kampus Ini Gotong Royong Lakukan Percepatan Vaksinasi Covid-19

3. Cerdas dalam komunikasi

Komunikasi itu bukan berarti pandai berbicara, tapi apa yang disampaikan bisa diterima. Komunikasi adalah bagaimana mampu mengerti sebelum ingin dimengerti. Mau mendengarkan sebelum ingin didengarkan.

4. Contoh dan teladan dari orangtua bagi anak-anak

Selama pandemi Covid-19, semua anggota keluarga bisa berada 24 jam di rumah saja. Jadi orangtua harus bisa memberikan contoh bagaimana mengelola emosinya dan bagaimana memberikan sikap disiplin yang bisa dicontoh anak.

5. Berikan dukungan dan kepercayaan

Orangtua paling tidak memberikan kesempatan kepada anak atau peserta didik dalam mengeksistensikan dirinya.

Aris menekankan, ada empat komponen yang harus dipahami guru khususnya orangtua dalam mendampingi anaknya selama belajar PJJ.

1. Anak harus punya IQ atau kecerdasan intelegensi.

Baca juga: Bantu Penanganan Covid-19, ITS Ciptakan Konsentrator Oksigen

2. Anak harus memiliki kecerdasan emosi. Tanpa kejelasan emosi, anak mungkin tidak akan punya kesopanan. Anak tidak mampu menghargai, disiplin, komitmen dan bersabar. Itu adalah kecerdasan emosi di mana keduanya ini sangat penting.

"Selain kecerdasan intelegensi dan kecerdasan emosi, ada kecerdasan yang tidak kalah pentingnya yang harus dimiliki oleh anak, apalagi dalam situasi PJJ seperti saat ini," ungkap Aris.

3. Kecerdasan menghadapi ketidaknyamanan dan menghadapi ketidaksukaan.

Untuk membangun ketiga kecerdasan tersebut, lanjut Aris, tergantung pada cara orangtua mendidik anak-anaknya. Apalagi, di era new normal ini. Dalam membersamai anak ada tiga tipe orangtua, yakni:

  • Orangtua nyasar biasanya dia bersikap masa bodoh. Dia tidak mau tahu tentang perkembangan dan pertumbuhan anaknya. Orangtua juga kurang menghargai proses.
  • Orangtua bayar adalah tipe orangtua yang merasa pokoknya yang penting saya sudah bayar dan sudah merasa cukup dengan memberikan kebutuhan finansial bagi anak.
  • Orangtua sadar adalah orangtua yang menyadari sepenuhnya bahwa anak adalah tanggung jawab mereka.

Baca juga: Bantu Petani, Mahasiswa UNY Ciptakan Alat Pengusir Burung Tenaga Surya

Pihak ketiga seperti guru hanyalah seorang yang berperan sebagai suporter atau pelatih. Ketidakpahaman inilah yang akhirnya menjadi faktor terjadinya learning loss pada anak terutama di masa PJJ.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.