Kompas.com - 02/09/2021, 16:42 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCK.COMIlustrasi

KOMPAS.com - Era digital terus berkembang, situasi pandemi membuat penggunaan teknologi seperti smartphone menjadi kian pesat dan digunakan oleh semua kelompok usia, dari orangtua sampai anak-anak. Tak lagi hanya sebagai media hiburan, namun juga media belajar dan bekerja.

Namun, kasus yang kerap muncul dari penggunaan gawai ialah anak-anak menjadi kecanduan bermain smartphone. Aplikasi yang ditawarkan dalam gawai seperti game online berpotensi membuat anak-anak menjadi individualis atau enggan bersosialisasi dengan orang lain.

Bahkan, American Heart Association (AHA) atau Asosiasi Jantung Amerika memperingatkan agar para orangtua membatasi anak bermain gawai maksimal 2 jam sehari, guna mendukung anak bergerak aktif demi kesehatannya.

Baca juga: Fitur Ini Bantu Siswa SD-SMA Pecahkan Soal Matematika, Fisika, Kimia

Selain itu, masalah lain juga berpontensi timbul, salah satunya ialah anak-anak tidak mendapat akses terhadap pembelajaran agama yang cukup sebab buku-buku agama telah tersaingi oleh gawai.

Padahal, agama merupakan fondasi dari hidup, sehingga penting untuk mempelajarinya sejak dini dan secara berkelanjutan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan aplikasi Muslim Sholeh Sholehah (Mussa).

Dapat digunakan secara mandiri oleh anak

Merangkum laman UNY, Kamis (2/9/2021), aplikasi Mussa adalah aplikasi berbasis android yang menyediakan materi dan aktivitas pembelajaran terkait pengetahuan keislaman bagi anak-anak.

Mussa dapat digunakan secara mandiri oleh anak, belajar bersama orangtua, dan kegiatan pembelajaran di TPA. Aplikasi Mussa juga menjadi solusi bagi orangtua dalam mengarahkan kegiatan bermain gawai anak menjadi aktivitas belajar pengetahuan Islam yang seru.

Baca juga: Jadwal Asesmen Nasonal 2021 Jenjang SD, SMP, SMA-SMK

Pengembangan aplikasi Mussa juga didasarkan pada hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di TPA Al-Muhtadin Sekarsuli, Berbah, Sleman, bahwa media pembelajaran berbasis android dibutuhkan untuk membantu para pengajar TPA dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

Orangtua juga dapat memonitor perkembangan belajar anak-anak mereka melalui aplikasi tersebut. Harapannya, aplikasi Mussa dapat memfasilitasi dan meningkatkan semangat belajar anak sehingga hasil belajar yang optimal dapat dicapai.

Mahasiswa UNY penggagas aplikasi belajar agama Islam untuk anak, MussaDok. UNY Mahasiswa UNY penggagas aplikasi belajar agama Islam untuk anak, Mussa

Aplikasi Mussa merupakan hasil kerja sama antara tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang diketuai oleh Muhammad Ilham Hidayatulloh (Teknik Sipil) dan beranggotakan Burhanis Sulton (Pendidikan Teknik Elektro), Dela Marchi Andari (Pendidikan Teknik Tata Busana), Azizah Hidayyatil Maula (Pendidikan Teknik Elektro), dan Mahira Clarita Garinihasna (Pendidikan Bahasa Inggris) dengan TPA Al Muhtadin Sekarsuli.

Proses pembuatan aplikasi Mussa telah melewati validasi ahli dan memperoleh Gold Medal dalam ajang 3IDC (International Invention, Innovation & Design Competition) di UiTM Malaysia serta telah mendapatkan Hak Cipta.

Baca juga: Mendikbud Nadiem soal Pengganti UN 2021: Tidak Perlu Bimbel Khusus

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.